HarianUpdate.com | Pekanbaru – Curah hujan yang masih cukup tinggi di Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir menyebabkan peningkatan debit Sungai Siak. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya genangan air di sejumlah titik, terutama di kawasan permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Suhendri, mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Siak agar tetap waspada terhadap potensi banjir, terutama yang dipengaruhi oleh kondisi pasang surut air sungai.
Menurut Suhendri, warga di wilayah rawan diimbau untuk segera mengamankan barang-barang penting guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan yang lebih tinggi. Dokumen berharga, kata dia, sebaiknya dipindahkan ke tempat yang aman dan tidak mudah terjangkau air.
“Warga yang tinggal di bantaran sungai kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan. Barang-barang penting, termasuk surat-surat berharga, sebaiknya diamankan lebih awal,” ujar Suhendri, Jumat (9/1/2025).
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing. Instalasi yang berada di bagian bawah rumah dinilai berisiko jika terendam air.
“Instalasi listrik yang posisinya rendah perlu segera diamankan atau dinaikkan untuk mencegah terjadinya korsleting listrik,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Kota Pekanbaru, genangan air pada hari ini dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Kampung Baru, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya. Saat ini, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut seiring menurunnya debit Sungai Siak.
Di lokasi tersebut, ketinggian air tercatat berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter, khususnya di sekitar area UPT IPAL Jalan Kampung Baru. Akibat kondisi tersebut, sebanyak 88 kepala keluarga dilaporkan terdampak.
Rinciannya, sebanyak 36 kepala keluarga berada di RW 08 RT 01, sementara 52 kepala keluarga lainnya tercatat di RW 08 RT 02 Kelurahan Bambu Kuning.
BPBD Kota Pekanbaru memastikan terus melakukan pemantauan secara intensif di wilayah terdampak. Sejumlah sarana penunjang penanggulangan bencana juga telah disiagakan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kembali memburuk.
“Untuk kesiapsiagaan, kami telah menyiapkan dua unit perahu fiber yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan proses evakuasi,” pungkas Suhendri. (Ed)











