Ekonomi & Bisnis

Kembangkan SISKA, Riau Buka Peluang Investasi Sektor Hilir Sawit

8
×

Kembangkan SISKA, Riau Buka Peluang Investasi Sektor Hilir Sawit

Sebarkan artikel ini
Kembangkan SISKA, Riau Buka Peluang Investasi Sektor Hilir Sawit
Teks foto: Ilustrasi sawit sebagai strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi Riau berbasis agroindustry. (Net/HUC)

HarianUpdate.com | Riau – Pemerintah Provinsi Riau mendorong pengembangan Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) sebagai strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis agroindustri dan meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan konsep integrasi tersebut tidak hanya berfokus pada optimalisasi lahan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan efisiensi produksi dan membuka peluang investasi baru di sektor hilir.

“Dengan potensi yang dimiliki, Riau siap menjadi laboratorium implementasi SISKA, sekaligus membuka ruang kolaborasi riset dan investasi serta pengembangan hilirisasi sawit yang terintegrasi dengan sektor peternakan,” ujarnya di Pekanbaru, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, skema integrasi sapi dan sawit mampu meningkatkan produktivitas lahan perkebunan sekaligus menghasilkan diversifikasi sumber pendapatan bagi pelaku usaha.

“Integrasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan pola konvensional,” jelasnya.

Ia menilai, model SISKA juga berpotensi memperkuat rantai pasok industri berbasis sawit dan peternakan, sekaligus mendorong tumbuhnya sektor hilir yang lebih kompetitif.

“Kami ingin menjadikan Riau sebagai pusat pengembangan agroindustri terintegrasi sekaligus hub investasi berbasis sawit dan pangan,” katanya.

Dalam upaya mempercepat realisasi program tersebut, Pemprov Riau membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk investor dalam dan luar negeri, untuk masuk ke sektor hilirisasi sawit dan pengembangan peternakan terpadu.

“Kami mengundang investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan industri hilir sawit dan integrasi sapi-sawit, sehingga dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Syahrial.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mempercepat implementasi SISKA, khususnya dalam aspek teknologi, pembiayaan, dan penguatan riset.

Dengan potensi perkebunan sawit yang luas, Riau dinilai memiliki keunggulan komparatif untuk mengembangkan model integrasi ini sebagai salah satu pilar baru pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *