Daerah

Disperindag Pekanbaru Larang SPBU Layani Pembelian BBM dengan Jerigen

6
×

Disperindag Pekanbaru Larang SPBU Layani Pembelian BBM dengan Jerigen

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru melakukan tera ulang pompa ukur di salah satu SPBU di Pekanbaru, Rabu (25/2/2026). Ed/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru mengingatkan seluruh pengelola SPBU di wilayahnya agar tidak melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen.

Kepala Bidang Tertib Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Khairunnas menegaskan bahwa penjualan BBM diperuntukkan bagi kendaraan yang melakukan pengisian langsung di lokasi SPBU.

“Kami mengimbau kepada pemilik SPBU agar tidak melayani pembelian BBM menggunakan jerigen,” ujar Khairunnas kepada Harianupdate.com, Rabu (25/2/2026).

Penegasan tersebut disampaikan saat tim Disperindag melakukan tera ulang pompa ukur di sejumlah SPBU dalam rangka pengawasan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pengawasan antara lain SPBU di Jalan Siak 2. Sebelumnya, pemeriksaan serupa juga telah dilakukan di SPBU kawasan Jalan Yos Sudarso dan Tabek Gadang, Pekanbaru.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa akurasi pompa ukur untuk memastikan volume BBM yang keluar sesuai dengan standar metrologi. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, belum ditemukan pelanggaran yang signifikan.

“Kegiatan tera ulang ini kami lakukan untuk memastikan takaran BBM sesuai, sehingga konsumen menerima jumlah yang sama dengan yang dibayarkan,” jelasnya.

Menurut Khairunnas, pengawasan rutin dilakukan, terutama saat momen hari besar keagamaan ketika mobilitas masyarakat meningkat.

“Menjelang Ramadan, aktivitas masyarakat biasanya meningkat. Karena itu pengawasan kami perketat,” katanya.

Ia menambahkan, tera ulang akan terus dilakukan secara bertahap di seluruh SPBU di Pekanbaru guna menjaga kepastian takaran dan perlindungan konsumen.

“Kami juga meminta pemilik SPBU segera menata atau memperbaiki pompa yang tidak berfungsi agar pelayanan tetap optimal,” tutupnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *