Daerah

Festival Perang Air Selatpanjang Berakhir Meriah, Dihadiri Ribuan Warga

9
×

Festival Perang Air Selatpanjang Berakhir Meriah, Dihadiri Ribuan Warga

Sebarkan artikel ini
Festival Perang Air Selatpanjang Berakhir Meriah, Dihadiri Ribuan Warga
Teks foto: Bupati Kepulauan Meranti, Asmar foto bersama usai menutup Festival Perang Air 2026 di Selatpanjang. (SR/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti secara resmi menutup rangkaian Festival Perang Air tahun 2026 yang digelar di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan budaya yang menjadi tradisi tahunan masyarakat tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari warga.

Penutupan acara dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, Asmar. Kegiatan itu juga dihadiri perwakilan pemerintah pusat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Asmar menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, mulai dari panitia, relawan, aparat keamanan hingga masyarakat yang turut menjaga kelancaran kegiatan.

“Keberhasilan pelaksanaan festival tidak lepas dari semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Berharap nilai persatuan yang tercermin dalam tradisi ini dapat terus dipertahankan dan menjadi kekuatan sosial bagi masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Asmar.

Sementara itu, Deputi Bidang Produksi Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu, mengungkapkan bahwa Festival Perang Air Kepulauan Meranti berhasil lolos dalam proses kurasi nasional.

“Festival ini masuk dalam daftar 125 event unggulan dari hampir seribu kegiatan yang diusulkan oleh 38 provinsi di seluruh Indonesia,” ungkap Vinsensius.

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara independen oleh para kurator profesional yang berasal dari berbagai bidang, seperti akademisi, praktisi penyelenggara event, pemasaran, hingga keuangan.

“Masuknya festival tersebut ke dalam kalender event nasional diharapkan dapat mendorong perkembangan sektor pariwisata daerah, termasuk peningkatan infrastruktur dan investasi, terutama di sektor perhotelan,” tambahnya.

Potensi kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari negara tetangga Malaysia, juga dinilai cukup besar mengingat kedekatan wilayah tersebut dengan Meranti.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Makhruzi Rahman, menilai Festival Perang Air menjadi gambaran nyata keharmonisan masyarakat di daerah perbatasan.

“Ribuan warga dapat merayakan tradisi tersebut dalam suasana aman dan penuh kegembiraan, yang menunjukkan bahwa wilayah kita ini tetap kondusif,” kata Makhruzi.

Kegiatan penutupan festival turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai perwakilan masyarakat yang ikut menyaksikan kemeriahan acara hingga selesai. (SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *