Hukrim

Program Kapolda Riau Diluncurkan, Polisi di Meranti Kini Berbalut Identitas Melayu

8
×

Program Kapolda Riau Diluncurkan, Polisi di Meranti Kini Berbalut Identitas Melayu

Sebarkan artikel ini
Program Kapolda Riau Diluncurkan, Polisi di Meranti Kini Berbalut Identitas Melayu
Teks foto: Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, bersama Ketua LAMR memasangkan tanjak dan selempang secara simbolis kepada personel saat launching program penggunaan atribut Melayu setiap Jumat, di Selatpanjang, Jumat (20/2/2026). SR/HUC

HarianUpdate.com | Meranti – Polres Kepulauan Meranti resmi memberlakukan penggunaan tanjak dan selempang bagi seluruh personel setiap hari Jumat. Kebijakan ini merupakan bagian dari program Kapolda Riau, Herry Heryawan, yang dilaksanakan serentak di jajaran Polda Riau, Jumat (20/2/2026).

Di Selatpanjang, kegiatan launching dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti, Aldi Alfa Faroqi, didampingi Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga. Apel tersebut diikuti para pejabat utama, perwira, serta seluruh personel Polres.

Sejumlah tokoh adat turut hadir, di antaranya Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Sri Afrizal Cik, Sekretaris Umum Datuk Zaini Mahaddun, Ketua Umum Majelis Kekerabatan Adat LAMR Hj. Drs. Idham, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Saiful Bakhri.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemasangan tanjak dan selempang secara simbolis oleh Kapolres bersama Ketua LAMR kepada perwakilan anggota. Momentum tersebut menjadi simbol perpaduan antara institusi kepolisian dan identitas budaya Melayu.

Dalam amanatnya, AKBP Aldi menegaskan bahwa penggunaan atribut adat bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen moral dalam menjaga nilai dan marwah budaya di Bumi Lancang Kuning.

“Polri bukan hanya penegak hukum dan penjaga kamtibmas, tetapi juga memiliki tanggung jawab merawat nilai adat dan budaya Melayu,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanjak dan selempang mengandung makna kehormatan, jati diri, serta harapan masyarakat terhadap sosok polisi yang santun dan berintegritas.

“Di balik atribut ini ada simbol kesantunan, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Menurutnya, kearifan budaya Melayu mengajarkan bahwa ketegasan harus berjalan beriringan dengan kelembutan sikap dan kebijaksanaan dalam bertindak. Profesionalisme, kata dia, tidak hanya diukur dari ketegasan, tetapi juga dari kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata atas dukungan dalam pelestarian budaya lokal di Negeri Sagu.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh personel menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ramadan mengajarkan pengendalian diri dan nilai spiritual yang selaras dengan tugas kepolisian,” pungkasnya. (SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *