Nasional

Insiden Tangsi Belanda, DPR RI Minta Evaluasi Renovasi APBN 2018

7
×

Insiden Tangsi Belanda, DPR RI Minta Evaluasi Renovasi APBN 2018

Sebarkan artikel ini
Insiden Tangsi Belanda, DPR RI Minta Evaluasi Renovasi APBN 2018
Teks foto: Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Riau I, Hendry Munief MBA Bersama Buapati Siak, Afni Zulkifli, saat meninjau angunan cagar budaya Tangsi Belanda di kawasan Istana Siak, Senin (2/2/2026). RK/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Ambruknya bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di kawasan Istana Siak mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Riau I, Hendry Munief MBA. Tak lama setelah menerima informasi kejadian tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Hendry Munief menyampaikan, komunikasi dengan pemerintah pusat dilakukan segera guna memastikan penanganan cepat terhadap insiden yang menimbulkan korban luka, terutama dari kalangan pelajar.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung menyampaikan kejadian ini kepada Ibu Menteri Pariwisata. Alhamdulillah, responsnya cepat dan beliau akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan,” kata Hendry Munief, Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan, ada dua hal utama yang menjadi perhatian dan telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Pertama, perlunya pemugaran menyeluruh di kawasan Istana Siak karena sejumlah bangunan dan fasilitas dinilai sudah tidak layak serta berpotensi membahayakan pengunjung. Kedua, mendorong penetapan Istana Siak sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Menurutnya, penetapan sebagai KSPN akan membuka peluang dukungan lebih besar dari pemerintah pusat, khususnya dalam perbaikan dan peningkatan sarana utama maupun fasilitas pendukung kawasan wisata sejarah tersebut.

“Jika status KSPN sudah ditetapkan, maka penanganan fasilitas utama dan pendukung menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” jelasnya.

Hendry Munief juga mengungkapkan bahwa Menteri Pariwisata telah menjalin komunikasi dengan Menteri Kebudayaan terkait rencana pemugaran kawasan Istana Siak, yang disebut telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026.

Terkait peristiwa ambruknya bangunan, Hendry menyampaikan rasa prihatin atas korban luka yang sebagian besar merupakan anak-anak sekolah. Ia berharap kejadian ini tidak menimbulkan trauma bagi para siswa dalam mengikuti kegiatan wisata edukasi di destinasi budaya.

Selain itu, ia menyoroti fakta bahwa bangunan yang ambruk berada di area yang sebelumnya telah direnovasi pada tahun 2018 dengan anggaran sekitar Rp5,2 miliar yang bersumber dari APBN.

“Bangunan tersebut baru beberapa tahun direnovasi, namun sudah mengalami kerusakan serius hingga ambruk. Ini perlu ditelusuri penyebabnya dan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, insiden ambruknya Tangsi Belanda mengakibatkan 17 orang mengalami luka-luka. Korban terdiri dari 15 siswa SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, satu orang guru pendamping, serta satu orang pemandu wisata.

Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan tengah mengikuti kegiatan wisata edukasi di kawasan bangunan peninggalan kolonial tersebut. Lantai bangunan yang terbuat dari papan kayu tua diduga telah mengalami pelapukan sehingga tidak mampu menopang beban pengunjung yang berkumpul di satu titik. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *