Peristiwa

Update Waduk Koto Panjang, Elevasi Turun ke 80,54 Mdpl, Outflow Capai 328 m³/s

22
×

Update Waduk Koto Panjang, Elevasi Turun ke 80,54 Mdpl, Outflow Capai 328 m³/s

Sebarkan artikel ini
Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar
Teks foto: Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar. (Ed/Harianupdare)

HarianUpdate.com | Kampar – Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, menyampaikan pembaruan kondisi Waduk Koto Panjang per Selasa, 6 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, ketinggian muka air waduk tercatat berada di level 80,54 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan sehari sebelumnya pada waktu yang sama, yang tercatat berada di level 80,67 mdpl. Penurunan elevasi ini terjadi seiring dengan pengaturan debit air keluar dari waduk.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pada periode tersebut debit air masuk (inflow) ke waduk mencapai 161,49 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, debit air yang keluar melalui turbin pembangkit listrik (outflow) tercatat sebesar 328,40 m³/s.

“Untuk inflow saat ini berada di angka 161,49 m³ per detik, sedangkan outflow melalui turbin mencapai 328,40 m³ per detik,” jelas Dhani.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak PLTA Koto Panjang telah melakukan pembukaan pintu pelimpah waduk atau spillway gate pada Selasa, 30 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan melalui mekanisme early release setelah dibahas bersama Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan PLTA Koto Panjang dan sesuai dengan ketentuan operasional yang berlaku.

Pada tahap awal, spillway dibuka dengan total dua pintu, masing-masing dengan bukaan setinggi 50 sentimeter. Berdasarkan perhitungan tabel buangan air, bukaan tersebut setara dengan debit spillway sekitar 134 m³/s. Dengan demikian, total debit air keluar dari waduk merupakan akumulasi antara aliran melalui turbin dan spillway.

Dhani menambahkan, kebijakan early release diambil sebagai langkah pengendalian elevasi waduk dan pengaturan keseimbangan inflow serta outflow. Hal ini mengingat kondisi operasional PLTA Koto Panjang saat ini hanya mengandalkan dua unit pembangkit, sehingga kapasitas aliran melalui turbin belum dapat dimaksimalkan.

“Pemantauan elevasi waduk dan debit Sungai Kampar terus kami lakukan secara intensif, menyesuaikan dengan dinamika inflow dan kondisi lapangan,” ujarnya.

Manajemen PLTA Koto Panjang kembali mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah hilir waduk serta sepanjang aliran Sungai Kampar agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta berhati-hati dalam beraktivitas dan senantiasa mengikuti informasi resmi dari pihak PLTA maupun instansi terkait.

Pemantauan kondisi waduk akan terus dilakukan secara berkala, dan setiap perkembangan terbaru akan disampaikan sesuai situasi di lapangan. (ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *