HarianUpdate.com | Oki — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Peduli Rakyat (LSM SOLDER) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi melaporkan lima kepala sekolah dasar di Kecamatan Pedamaran Timur ke Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Rabu (26/11).
Ketua LSM SOLDER OKI, Irwan, saat ditemui awak media membenarkan adanya laporan tersebut.
“Ya, hari ini kami resmi melaporkan lima kepala sekolah SD di wilayah Kecamatan Pedamaran Timur,” ujar Irwan.
Adapun sekolah yang dilaporkan antara lain:
1. SDN 1 Gading Raja
2. SDN 1 Panca Warna
3. SDN 1 Pulau Geronggang
4. SDN 2 Sumber Hidup
5. SDN 2 Tanjung Makmur
6. Dugaan Modus Manipulasi LPJ Dana BOS
Irwan menjelaskan bahwa laporan tersebut berasal dari narasumber yang dinilai kredibel. Ia menyebut terdapat beberapa dugaan pelanggaran terkait laporan pertanggungjawaban (LPJ) Dana BOS, antara lain:
Mark-up pengadaan sapu dan perlengkapan sekolah dengan dugaan penggunaan nota fiktif, sementara pengadaan sapu disebut dilakukan melalui urunan siswa.
Mark-up biaya fotokopi yang dicantumkan Rp350 per lembar, sementara juknis Dana BOS mengatur kisaran Rp250–300 per lembar.
Kegiatan rapat dan pertemuan yang dilaporkan namun diduga tidak pernah dilaksanakan, disertai dugaan penggunaan nota fiktif dari salah satu rumah makan. Kegiatan yang dimaksud antara lain:
1. Rapat rutin dewan guru
2. Rapat program kerja dan evaluasi
3. Supervisi dan observasi kelas
4. Rapat koordinasi terkait kebutuhan mendesak
5. Pertemuan dengan pihak lain, seperti operator sekolah atau perwakilan dinas
“Semua informasi ini kami terima dari narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Irwan.
Irwan juga menyayangkan tidak adanya langkah pembinaan dari Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pedamaran Timur.
“K3S sebagai perpanjangan tangan dari dinas terkesan tidak melakukan teguran maupun pembinaan,” katanya.
LSM SOLDER mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten OKI untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap para kepala sekolah yang dilaporkan. Selain itu, pihak Inspektorat Kabupaten OKI juga diminta melakukan audit menyeluruh.
“Kami meminta dinas turun ke lapangan, memanggil dan memeriksa para kepala sekolah tersebut, serta meminta Inspektorat melakukan audit,” tegas Irwan.
Saat ditanya apakah pihaknya akan membuat laporan ke aparat penegak hukum, Irwan menyatakan masih menunggu langkah dari dinas.
“Kami tunggu dulu hasil pemeriksaan dari dinas,” tutupnya. (ADF)







Komentar