Pendidikan

Bantuan Pendidikan Pascabencana, Kemendikdasmen Salurkan Rp25,9 Miliar

87
×

Bantuan Pendidikan Pascabencana, Kemendikdasmen Salurkan Rp25,9 Miliar

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (kanan) bersama Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari (kiri) saat konferensi pers terkait perkembangan terkini penanganan sekolah terdampak bencana Sumatera, Jakarta 30 Desember 2025. (Dok: Net/HUC)

HarianUpdate.com | Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyalurkan anggaran sebesar Rp25,91 miliar untuk penanganan sekolah terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh serta sejumlah provinsi di Sumatera.

Mu’ti menjelaskan, dana tersebut disalurkan dalam bentuk Dana Operasional Pendidikan Darurat yang dialokasikan ke tiga provinsi. Rinciannya, Aceh menerima Rp11,295 miliar, Sumatera Barat Rp8,540 miliar, dan Sumatera Utara Rp6,80 miliar.

“Total dana operasional pendidikan darurat yang sudah kami serahkan mencapai Rp25,915 miliar,” ujar Abdul Mu’ti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan dukungan psikososial bagi peserta didik dan tenaga pendidik terdampak bencana. Untuk Aceh dialokasikan Rp300 juta, Sumatera Barat Rp200 juta, dan Sumatera Utara Rp200 juta, dengan total keseluruhan mencapai Rp700 juta.

Di sektor pemulihan pembelajaran, bantuan buku turut diberikan. Aceh menerima 90 ribu eksemplar, Sumatera Barat 70 ribu eksemplar, dan Sumatera Utara 50 ribu eksemplar, sehingga total bantuan buku yang disalurkan mencapai 212 ribu eksemplar.

Kemendikdasmen juga memberikan bantuan langsung kepada guru-guru terdampak bencana. Di Provinsi Aceh, bantuan sebesar Rp15,722 miliar disalurkan kepada 7.861 guru. Sementara di Sumatera Barat, 2.795 guru menerima bantuan senilai Rp5,590 miliar, dan di Sumatera Utara 5.783 guru menerima Rp11,566 miliar.

Untuk wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, pemerintah juga menyalurkan bantuan sebesar Rp56 juta kepada 28 guru terdampak bencana.

“Secara keseluruhan, sebanyak 16.467 guru telah menerima bantuan dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp32,934 miliar. Bantuan ini ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru,” jelas Mu’ti.

Selain bantuan keuangan, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan sarana pendukung pendidikan. Di Aceh, sebanyak 15.500 paket school kit diserahkan, disusul Sumatera Barat 5.000 paket, dan Sumatera Utara 6.500 paket, sehingga total mencapai 27.000 paket.

Bantuan lainnya berupa tenda darurat sekolah juga disalurkan, masing-masing 78 unit di Aceh, 22 unit di Sumatera Barat, dan 47 unit di Sumatera Utara, dengan total 147 unit. Sementara itu, ruang kelas darurat yang disiapkan mencapai 160 unit, terdiri atas 100 unit di Aceh, 30 unit di Sumatera Barat, dan 30 unit di Sumatera Utara. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *