Pendidikan

UI Peduli Salurkan Bantuan Medis, Air Bersih, dan Komunikasi untuk Penyintas Bencana Aceh

×

UI Peduli Salurkan Bantuan Medis, Air Bersih, dan Komunikasi untuk Penyintas Bencana Aceh

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Relawan UI saat memberikan dukungan psikososial ke waga terdampak bencana di Bener Meriah, Aceh. (BNPB/Harianupdate)

HarianUpdate.com | Aceh – Sebanyak sembilan personel relawan yang tergabung dalam program UI Peduli Universitas Indonesia diterjunkan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung selama sepekan, mulai 26 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan lokasi utama di Kecamatan Samar Kilang dan Pintu Rime Gayo.

Rombongan relawan dipimpin Endang Mariani dan terdiri dari tiga dokter spesialis Fakultas Kedokteran UI, lima relawan dukungan psikososial dari Fakultas Psikologi UI, serta satu teknisi dari Fakultas Teknik UI. Tim difokuskan untuk memberikan pelayanan kesehatan, pendampingan psikologis, serta bantuan sarana pendukung bagi masyarakat terdampak bencana.

Di Samar Kilang, UI Peduli bekerja sama dengan Puskesmas setempat menggelar layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan massal, serta kunjungan langsung ke rumah warga. Tercatat, sebanyak 181 warga yang terdampak banjir dan longsor memperoleh layanan medis tanpa biaya.

Endang Mariani menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Samar Kilang sejalan dengan peta jalan pengabdian Universitas Indonesia, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu daerah binaan UI. Ia mengungkapkan, akses jalan dari Redelong menuju Samar Kilang sempat terputus akibat bencana, sehingga menyebabkan warga mengalami keterisolasian dalam waktu cukup lama.

“Terputusnya jalur transportasi berdampak besar bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana,” ujar Endang dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Meski demikian, Endang menilai tingkat ketahanan sosial masyarakat Samar Kilang tergolong baik. Warga dinilai mampu bertahan dalam kondisi keterbatasan logistik, minimnya air bersih, ketiadaan listrik, serta kendala komunikasi.

Ia berharap, kegiatan kemanusiaan tersebut dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan yang melibatkan lintas fakultas serta didukung oleh alumni Universitas Indonesia.

Sementara itu, Ketua Tim Medis FKUI, Riyadh Firdaus, mengungkapkan bahwa hasil asesmen cepat di lapangan menunjukkan keterbatasan tenaga medis di wilayah tersebut. Selain minimnya dokter umum, Samar Kilang juga belum memiliki dokter gigi, serta pemanfaatan alat USG yang belum maksimal akibat keterbatasan pelatihan.

“Kami merekomendasikan penempatan dokter tetap dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, termasuk bidan desa, agar pelayanan kesehatan di Samar Kilang dapat berjalan lebih mandiri dan berkesinambungan,” tegas Riyadh.

Dalam mendukung kelancaran misi kemanusiaan ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan fasilitas helikopter untuk mengangkut tim medis, logistik kesehatan, serta bantuan bahan pangan ke wilayah yang sulit dijangkau.

Tak hanya itu, UI Peduli juga menyalurkan bantuan sarana komunikasi berupa dua unit Starlink yang dipasang di Puskesmas Samar Kilang dan Windurin, hasil donasi ILUNI FKUI. Fakultas Teknik UI turut menyiapkan dua unit pompa air bertenaga surya yang ditempatkan di mess transmigrasi dan Balai Desa Rata Mulie guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi relawan UI Peduli yang telah membantu masyarakat di wilayahnya, khususnya Samar Kilang yang berada di daerah terpencil dengan akses terbatas.

“Kami berharap dukungan dari perguruan tinggi terus berlanjut untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana,” ujar Tagore.

Secara keseluruhan, bantuan UI Peduli di Bener Meriah mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dukungan psikologis, penyediaan air bersih, serta fasilitas komunikasi. Program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen Universitas Indonesia bersama mitra dan masyarakat yang peduli terhadap kemanusiaan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *