HarianUpdate.com | Jakarta – Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak hanya menyebabkan kerusakan pada permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak serius terhadap sektor pendidikan. Sejumlah sekolah terdampak, sehingga proses belajar mengajar tidak dapat berjalan normal.
Di tengah kondisi pascabencana, para guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan terus mendampingi peserta didik. Meski sarana dan prasarana pendidikan belum sepenuhnya pulih, aktivitas pembelajaran tetap diupayakan berjalan agar hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para pendidik di wilayah terdampak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan tunjangan khusus bagi guru yang terdampak langsung bencana. Total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp35 miliar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di tengah situasi darurat. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam memastikan stabilitas pendidikan, khususnya di daerah yang sedang mengalami pemulihan pascabencana.
“Tunjangan khusus tersebut disalurkan secara bertahap kepada guru-guru yang bertugas di wilayah terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pendidik sehingga mereka tetap dapat menjalankan tugas mengajar dengan optimal,” ujar Abdul Mu’ti, Minggu (4/1/26).
Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberlangsungan proses belajar mengajar menjadi prioritas utama, meskipun dalam kondisi darurat. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan sekolah-sekolah terdampak mendapatkan pendampingan dan dukungan yang dibutuhkan.
“Melalui penyaluran tunjangan khusus ini, pemerintah berharap dunia pendidikan di daerah terdampak bencana dapat segera pulih dan berjalan kembali secara stabil, seiring dengan proses pemulihan lingkungan dan infrastruktur masyarakat,” pungkasnya. **











