HarianUpdate.com | Pekanbaru – Dalam upaya mempercepat realisasi pendirian Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menggelar rapat koordinasi strategis bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Rapat tersebut difokuskan pada pembahasan tata kelola anggaran dan kesiapan kelembagaan sebagai fondasi utama pendirian fakultas baru. Rektor UIN Suska Riau, Prof, Dr, Hj, Leny Nofianti, menegaskan bahwa prinsip akuntabilitas dan transparansi keuangan menjadi perhatian serius dalam setiap tahapan perencanaan.
“Pemahaman yang komprehensif terhadap regulasi pengelolaan keuangan, baik yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU) maupun Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), sangat diperlukan. Terlebih, pendirian fakultas kedokteran membutuhkan belanja modal alat kesehatan dengan spesifikasi teknis tinggi dan nilai investasi yang besar,” ujar Prof, Dr, Hj, Leny Nofianti di Pekanbaru, Kamis (8/1/2026).
Ia menilai, pendampingan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kendala administratif, khususnya dalam proses pengadaan sarana dan prasarana medis yang kerap memiliki kompleksitas tersendiri.
“Selain aspek infrastruktur, forum tersebut juga membahas perencanaan anggaran untuk pemenuhan sumber daya manusia. Kedua perguruan tinggi mendiskusikan skema pembiayaan perekrutan dosen spesialis, tenaga kependidikan, serta penguatan kapasitas laboran medis,” lanjutnya.
Pembahasan ini dinilai penting guna memastikan terpenuhinya standar akreditasi sejak tahap awal operasional, terutama terkait rasio dosen dan mahasiswa serta kompetensi tenaga pendukung akademik.
“Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari proses benchmarking, mengingat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah memiliki pengalaman dalam mengelola Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan secara berkelanjutan dengan tata kelola yang baik,” tambahnya.
Melalui diskusi tersebut, UIN Suska Riau memperoleh gambaran menyeluruh terkait strategi penganggaran, perencanaan SDM, hingga praktik terbaik dalam proses pendirian fakultas kedokteran.
Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk menyusun pedoman teknis penggunaan anggaran yang akan menjadi acuan bagi Tim Task Force Pendirian Fakultas Kedokteran UIN Suska Riau.
Dengan adanya pendampingan intensif tersebut, UIN Suska Riau optimistis pendirian Fakultas Kedokteran dapat terealisasi secara optimal, tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga tertib dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan, guna menjawab kebutuhan tenaga medis di Provinsi Riau. **











