Peristiwa

BBKSDA Riau Pastikan Harimau dalam Video Viral Berada di Habitat TN Zamrud Siak

10
×

BBKSDA Riau Pastikan Harimau dalam Video Viral Berada di Habitat TN Zamrud Siak

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Tim BBKSDA Riau saat melakukan verifikasi lapangan dan menemukan jejak kaki harimau Sumatera di sekitar akses jalan PT BSP yang berada dalam kawasan Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak. (Rizky/Harianupdate)

HarianUpdate.com | Siak – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan video viral yang memperlihatkan seekor harimau Sumatera direkam di kawasan Taman Nasional (TN) Zamrud, Kabupaten Siak. Satwa dilindungi tersebut dinyatakan berada di habitat alaminya dan bukan memasuki permukiman warga.

Kepala BBKSDA Riau Supartono menjelaskan, hasil identifikasi menunjukkan harimau dalam rekaman merupakan individu jantan dewasa. Lokasi kemunculannya berada di akses jalan operasional PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang termasuk zona terbatas dan masih berada di dalam kawasan konservasi.

“Dari hasil penelusuran tim, titik kemunculan berada di wilayah TN Zamrud yang memang menjadi bagian dari daerah jelajah harimau di bentang alam Semenanjung Kampar,” kata Supartono melalui keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, keberadaan satwa karnivora tersebut merupakan hal wajar karena TN Zamrud merupakan salah satu kantong populasi penting harimau Sumatera di Riau. Aktivitas satwa di area itu menunjukkan ekosistem masih berfungsi dengan baik.

Peristiwa terekamnya harimau bermula pada Rabu (14/1) pagi ketika dua pekerja PT BSP, Khaidir dan Dedi, melintas di depan fasilitas Water Injection Plant (WIP). Keduanya melihat seekor harimau berada tidak jauh dari jalan dan sempat merekam menggunakan telepon genggam. Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,3 kilometer dari Pos BBKSDA di Desa Dayun.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BBKSDA Riau turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Petugas menemukan jejak kaki berukuran sekitar 12 sentimeter di dua titik berbeda serta tanda lintasan sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer yang mengarah ke kawasan hutan.

“Temuan jejak ini menguatkan bahwa individu tersebut memang sedang beraktivitas di wilayah jelajahnya. Tidak ada indikasi satwa keluar menuju permukiman,” jelas Supartono.

Meski demikian, BBKSDA mengingatkan masyarakat dan pekerja di sekitar kawasan agar tetap waspada serta mengikuti prosedur keselamatan saat beraktivitas. Pihaknya juga meminta agar dokumentasi perjumpaan dengan satwa liar tidak disebarluaskan secara berlebihan.

Penyebaran video, lanjutnya, berpotensi menimbulkan kepanikan sekaligus dapat memicu tindakan yang membahayakan satwa. Harimau Sumatera merupakan spesies yang dilindungi sehingga perlu dijaga dari gangguan manusia.

“Kami mengimbau masyarakat tidak mengejar, mendekati, atau memancing reaksi harimau. Jika melihat keberadaannya, segera menjauh dan laporkan kepada petugas,” tegasnya.

BBKSDA Riau menyatakan akan terus memantau pergerakan satwa di TN Zamrud serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan pemerintah daerah guna memastikan keamanan manusia tanpa mengganggu kelestarian harimau Sumatera. (Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *