Peristiwa

Tiga Harimau Sumatra Muncul di Tepi Jalan Desa Pulau Muda, Warga Diliputi Cemas

8
×

Tiga Harimau Sumatra Muncul di Tepi Jalan Desa Pulau Muda, Warga Diliputi Cemas

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Tangkapan video warga memperlihatkan tiga ekor Harimau Sumatra berada di tepi jalan Desa Pulau Muda, Senin (19/1/2025). Ist

HarianUpdate.com | Riau – Warga Desa Pulau Muda mendadak dihebohkan oleh kemunculan tiga ekor Harimau Sumatra ( Panthera tigris sumatrae ) di tepi jalan desa. Satwa dilindungi itu terlihat tidak jauh dari kawasan permukiman dan jalur utama yang sehari-hari dilalui masyarakat.

Peristiwa langka sekaligus mengkhawatirkan tersebut sempat direkam oleh sejumlah warga yang kebetulan melintas. Video penampakan harimau kemudian menyebar cepat melalui media sosial dan grup percakapan, memicu beragam reaksi, mulai dari rasa penasaran hingga ketakutan.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat tiga ekor harimau berada di pinggir jalan dekat semak belukar. Lokasi itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari rumah penduduk serta area kebun tempat warga beraktivitas.

Kepala Desa Pulau Muda, Andika, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima dari warga yang melihat langsung keberadaan satwa buas itu pada Senin (19/1/2025).

“Informasi yang kami terima memang benar ada tiga ekor harimau terlihat dekat jalan desa. Jaraknya cukup dekat dengan permukiman, sehingga masyarakat merasa khawatir,” kata Andika saat dikonfirmasi.

Pemerintah desa, lanjutnya, telah berupaya menghubungi pihak berwenang, khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, agar segera melakukan langkah penanganan.

“Kami sudah menyampaikan laporan resmi dan meminta petugas segera turun ke lokasi. Namun sampai saat ini kami masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait,” ujarnya.

Kehadiran harimau di sekitar desa membuat sebagian warga mulai membatasi aktivitas. Banyak yang memilih tidak pergi ke kebun sendirian, terutama pada pagi dan sore hari. Orang tua juga melarang anak-anak bermain terlalu jauh dari rumah.

“Kami benar-benar takut. Harimau itu terlihat di pinggir jalan yang biasa kami lewati. Kami berharap ada tindakan cepat supaya warga bisa kembali merasa aman,” ungkap seorang warga.

Kekhawatiran tersebut dinilai wajar mengingat Harimau Sumatra merupakan predator puncak yang memiliki naluri berburu sangat kuat. Kedekatan lokasi penampakan dengan permukiman berpotensi menimbulkan konflik manusia dan satwa apabila tidak segera ditangani.

Secara ekologis, kemunculan harimau di area dekat pemukiman sering dikaitkan dengan menyempitnya habitat alami, gangguan aktivitas manusia di kawasan hutan, atau berkurangnya ketersediaan mangsa.

Masyarakat Desa Pulau Muda berharap tim BKSDA Riau segera hadir untuk melakukan pemantauan, pemasangan kamera jebak, serta langkah mitigasi lainnya sesuai prosedur konservasi.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di desa masih dalam kondisi waspada. Warga memilih meningkatkan kehati-hatian sambil menanti kehadiran petugas guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian satwa dilindungi tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *