Hukrim

Pembinaan Kerohanian, Lapas Pekanbaru Gelar Ibadah Warga Binaan Kristen

18
×

Pembinaan Kerohanian, Lapas Pekanbaru Gelar Ibadah Warga Binaan Kristen

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen mengikuti ibadah rutin di Gereja Interdenominasi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Sabtu (24/1/2026). RB/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengikuti ibadah rutin yang dilaksanakan di Gereja Interdenominasi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Sabtu (24/1/2026).

Ibadah berlangsung dalam suasana tertib, khusyuk, dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara berkelanjutan diberikan kepada warga binaan, khususnya dalam aspek pembinaan kerohanian.

Dalam rangkaian ibadah tersebut, warga binaan mengikuti pujian, doa bersama, pembacaan firman Tuhan, serta penyampaian khotbah. Materi ibadah diarahkan untuk memperkuat iman, memberikan motivasi hidup, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai bekal perubahan diri.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa kegiatan keagamaan merupakan bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.

“Pembinaan kerohanian ini diharapkan mampu membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik, memiliki ketenangan batin, serta siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Yuniarto.

Ia menambahkan, kegiatan ibadah rutin juga menjadi sarana pembinaan mental agar warga binaan mampu menjalani masa pidana dengan sikap yang lebih positif dan produktif.

Selama kegiatan berlangsung, petugas Lapas melakukan pengawasan sesuai prosedur. Situasi ibadah berjalan aman, tertib, dan kondusif, dengan antusiasme tinggi dari warga binaan hingga kegiatan selesai.

Melalui pembinaan kerohanian yang berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk menjalankan sistem pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada pembentukan karakter, serta mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *