Pendidikan

Seleksi Kepsek SMA/SMK Negeri Riau Diawasi Ketat, Plt Gubri Tegaskan Tak Ada Ruang Calo

8
×

Seleksi Kepsek SMA/SMK Negeri Riau Diawasi Ketat, Plt Gubri Tegaskan Tak Ada Ruang Calo

Sebarkan artikel ini
Seleksi Kepsek SMA/SMK Negeri Riau Diawasi Ketat, Plt Gubri Tegaskan Tak Ada Ruang Calo
Teks foto: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memberikan arahan terkait pelaksanaan seleksi calon kepala sekolah SMA/SMK negeri di Provinsi Riau, Ahad (25/1/2026).RB/HUC

HarianUpdate.com | Riau – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau saat ini tengah melakukan tahapan verifikasi berkas pendaftaran calon kepala sekolah (kepsek) SMA dan SMK negeri. Sebanyak 69 formasi kepsek disiapkan untuk diisi melalui mekanisme seleksi yang ketat dan berjenjang.

Proses verifikasi administrasi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2026. Berdasarkan data Disdik Riau, jumlah pendaftar mencapai 821 orang yang berasal dari berbagai satuan pendidikan di Riau, sehingga persaingan untuk menduduki jabatan kepsek tergolong sangat kompetitif.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan pentingnya menjaga integritas selama seluruh rangkaian seleksi berlangsung. Ia meminta Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau untuk mengawasi kinerja jajaran terkait agar proses pengangkatan kepsek berjalan profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.

“Saya sudah minta Sekda mengingatkan seluruh jajaran agar bekerja dengan benar dan berintegritas. Kalau ada yang menyimpang, tentu ada konsekuensi yang harus diterima,” tegas SF Hariyanto, Ahad (25/1/2026).

Selain kepada panitia, peringatan juga disampaikan kepada para peserta seleksi. Plt Gubri menegaskan tidak ada pihak tertentu atau calo yang dapat menjamin kelulusan dalam proses pengangkatan kepala sekolah.

“Saya ingatkan kepada seluruh calon kepsek, jangan percaya kepada pihak-pihak yang mengaku bisa meloloskan. Tidak ada tim-tim tertentu. Itu bohong. Bekerjalah secara jujur dan profesional, pimpinan pasti punya penilaian,” ujarnya.

SF Hariyanto juga membuka ruang pengaduan apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau praktik tidak sehat selama proses seleksi. Ia meminta agar laporan disampaikan secara tertulis dan menjamin kerahasiaan pelapor.

“Kalau ada pegawai atau pihak tertentu yang bermain-main, laporkan. Buat laporan tertulis, sebutkan namanya. Identitas pelapor akan kami lindungi. Kalau kita bekerja dengan baik, hidup juga akan tenang,” pungkasnya. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *