Nasional

PHR Sumbang 26 Persen Produksi Nasional, DPR RI Dorong Inovasi Berkelanjutan

22
×

PHR Sumbang 26 Persen Produksi Nasional, DPR RI Dorong Inovasi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
PHR Sumbang 26 Persen Produksi Nasional, DPR RI Dorong Inovasi Berkelanjutan
Teks foto: Komisi XII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Wilayah Kerja Rokan, Riau, guna meninjau penerapan teknologi dan inovasi PT Pertamina Hulu Rokan.

HarianUpdate.com | Riau — Komisi XII DPR RI memberikan apresiasi kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas upayanya menjaga ketahanan energi nasional melalui penerapan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Rokan, yang didominasi lapangan minyak tua.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke WK Rokan. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, memaparkan peran strategis PHR dalam menopang produksi migas nasional.

Saat ini, PHR berkontribusi sekitar 26 persen terhadap total produksi minyak nasional. Sejak resmi mengelola WK Rokan pada Agustus 2021, PHR juga telah menyetor penerimaan negara melalui pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp149 triliun, serta menyalurkan Participating Interest (PI) sebesar Rp4,3 triliun kepada Pemerintah Provinsi Riau.

Menghadapi tantangan lapangan migas yang telah memasuki fase mature, PHR tidak hanya mengandalkan pengeboran sumur sisipan (infill drilling), tetapi juga mengembangkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Salah satu teknologi yang diterapkan adalah metode steamflood di Lapangan North Duri Development (NDD) A14.

“Teknologi steamflood telah menjadi tulang punggung produksi di WK Rokan selama puluhan tahun dan terus dikembangkan melalui inovasi para pekerja PHR,” ujar Arifin, Selasa (27/1/2026).

Selain itu, PHR juga mengimplementasikan teknologi pengembangan reservoir dan Multi-Stage Fracturing (MSF). Salah satu sumur MSF di wilayah Kota Batak tercatat mampu memproduksi hingga 569 barel minyak per hari (BOPD) dan direncanakan akan direplikasi pada 25 sumur baru pada tahun 2026.

PHR juga melakukan pengeboran sembilan sumur eksplorasi untuk menemukan cadangan baru, mereaktivasi sekitar 1.200 sumur dan 62 struktur, serta mengembangkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di lima lapangan utama, yakni Minas, Bangko, Bekasap, Balam South, dan Petani.

Dari sisi ketenagakerjaan, PHR mencatatkan 1.829 pekerja langsung serta membuka peluang kerja hingga 42.647 tenaga kerja bagi masyarakat di Provinsi Riau.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menilai langkah PHR memasuki fase EOR merupakan terobosan penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Namun, ia menekankan perlunya inovasi berkelanjutan di luar metode pengeboran konvensional.

“Kami mengapresiasi PHR sebagai pionir penerapan EOR, khususnya steamflood. Ke depan, inovasi lain tetap dibutuhkan agar produksi dari lapangan tua dapat terus dipertahankan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII DPR RI juga menyoroti aspek perlindungan lingkungan dan manfaat ekonomi bagi daerah. Anggota Komisi XII DPR RI dari Dapil Riau I, Iyeth Bustami, mempertanyakan komitmen PHR terhadap pemulihan lingkungan akibat dampak operasional migas di masa lalu.

Menanggapi hal tersebut, Arifin menjelaskan bahwa lahan terkontaminasi minyak (TTM) merupakan dampak dari pengelolaan operator sebelumnya. Saat ini, PHR menjalankan penugasan dari SKK Migas untuk melakukan pemulihan TTM dengan pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan instansi terkait.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan PHR dalam mendukung target produksi migas nasional melalui operasional yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

PHR optimistis, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, WK Rokan akan tetap menjadi salah satu penopang utama pencapaian target produksi minyak nasional sebesar satu juta barel per hari di masa mendatang. (Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *