Peristiwa

Puluhan Titik Panas Muncul di Riau, BMKG Imbau Waspada Karhutla

21
×

Puluhan Titik Panas Muncul di Riau, BMKG Imbau Waspada Karhutla

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Sebaran titik panas (hotspot) terpantau di sejumlah wilayah Provinsi Riau berdasarkan pantauan BMKG Pekanbaru, Kamis (29/1/2025). Ed/HUC

HarianUpdate.com | Riau – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 47 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Provinsi Riau pada Kamis (29/1/2025) pagi. Temuan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti, menjelaskan bahwa secara regional, total hotspot di Pulau Sumatera mencapai 276 titik. Jumlah tersebut tersebar di delapan provinsi dengan Aceh mencatatkan angka tertinggi, yakni 146 titik panas.

“Selain Aceh, hotspot juga terpantau di Riau sebanyak 47 titik, Sumatera Utara 38 titik, Kepulauan Riau 13 titik, Jambi 12 titik, Bangka Belitung 9 titik, Bengkulu 7 titik, dan Sumatera Selatan 4 titik,” kata Ranti.

Di Provinsi Riau, sebaran hotspot terpantau di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 25 titik panas.

Selain itu, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 12 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Kabupaten Siak. Sementara untuk wilayah perkotaan, Kota Dumai tercatat memiliki 4 titik panas.

“Dari keseluruhan hotspot di Riau, satu titik panas di wilayah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, terpantau berada pada tingkat kepercayaan tinggi,” jelasnya.

BMKG mengingatkan bahwa kemunculan hotspot perlu diwaspadai, terutama saat kondisi cuaca cenderung panas dan kering pada siang hari. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diprakirakan turun pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah Riau diharapkan dapat membantu menekan potensi karhutla.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat sebagian wilayah Riau masih tergolong rawan kebakaran hutan dan lahan. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *