HarianUpdate.com | Pekanbaru – Setelah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerapkan kebijakan parkir gratis di sejumlah toko ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, dorongan agar kebijakan serupa juga diberlakukan di rumah sakit mulai mengemuka. Usulan tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Zulfan Hafiz.
Zulfan menilai, kebijakan parkir gratis seharusnya tidak diterapkan secara parsial karena berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif. Menurutnya, rumah sakit justru menjadi fasilitas publik yang paling layak mendapatkan kebijakan parkir gratis.
“Kalau hanya Indomaret dan Alfamart yang digratiskan, itu terkesan diskriminatif. Parkir gratis harus menyentuh semua tempat usaha, bahkan rumah sakit sekalipun. Itu baru bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Zulfan, kepada media harianpdate, Jumat (30/1/2026).
Ia mengungkapkan, selama ini tarif parkir di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, kerap dikeluhkan masyarakat. Beban tersebut semakin terasa bagi keluarga pasien rawat inap yang harus keluar-masuk rumah sakit dalam jangka waktu lama.
“Banyak keluarga pasien yang harus bolak-balik ke rumah sakit, dan biaya parkir itu lama-lama membengkak. Ini jelas memberatkan, apalagi bagi masyarakat kecil,” katanya.
Zulfan meyakini, penerapan parkir gratis di rumah sakit akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Terlebih, rumah sakit merupakan tempat layanan kesehatan yang dikunjungi oleh orang sakit, termasuk peserta BPJS Kesehatan dan warga kurang mampu.
“Orang datang ke rumah sakit itu bukan untuk bersenang-senang, tapi karena sakit. Banyak dari mereka berasal dari kalangan tidak mampu. Bahkan rumah sakit milik pemerintah saja sampai hari ini masih memungut parkir, ini perlu jadi bahan evaluasi,” tegasnya.
Meski demikian, Zulfan mengapresiasi langkah Pemko Pekanbaru yang telah lebih dulu menggratiskan parkir di ritel modern. Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan adanya kepedulian pemerintah terhadap beban ekonomi masyarakat.
Namun, ia menekankan agar ke depan Pemko Pekanbaru melakukan kajian komprehensif sehingga kebijakan parkir gratis tidak hanya terbatas pada sektor usaha tertentu, melainkan benar-benar menyasar fasilitas publik yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini harus menjadi terobosan ke depan. Parkir gratis jangan setengah-setengah, tapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkas Zulfan. (Ed)











