Peristiwa

Kebakaran Lahan Kembali Muncul di Rangsang Pesisir, Tim Gabungan Bergerak ke Lokasi

15
×

Kebakaran Lahan Kembali Muncul di Rangsang Pesisir, Tim Gabungan Bergerak ke Lokasi

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Lahan Kembali Muncul di Rangsang Pesisir, Tim Gabungan Bergerak ke Lokasi
Teks foto: Petugas gabungan saat melakukan penyiraman air dalam upaya pemadaman kebakaran lahan, Kabupaten Kepulauan Meranti. (SR/HUC)

HarianUpdate.com | Meranti – Kebakaran lahan kembali dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kali ini, titik api terpantau muncul di Desa Tenggayun Raya pada Jumat (30/1/2026), menambah daftar kejadian kebakaran lahan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, kebakaran serupa telah menghanguskan lahan seluas sekitar 0,5 hektare di Desa Kedaburapat dan sekitar 0,2 hektare di Desa Tanah Merah. Meski api di dua lokasi tersebut sempat berhasil dipadamkan, kemunculan titik api baru kembali memicu peningkatan kewaspadaan aparat dan tim penanggulangan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, membenarkan adanya laporan kebakaran di Desa Tenggayun Raya yang diterima pada Jumat siang.

“Benar, kami baru menerima laporan setelah salat Jumat. Saat ini tim sedang bersiap untuk bergerak menuju lokasi kebakaran di Tenggayun Raya,” ujar Ardath kepada wartawan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kepulauan Meranti langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait serta menyiapkan peralatan pemadaman sebelum personel diberangkatkan ke lokasi kejadian.

Diketahui, tim gabungan sebelumnya telah berjibaku selama beberapa hari memadamkan kebakaran lahan yang pertama kali terjadi di Desa Kedaburapat pada Minggu (25/1/2026). Api kemudian kembali muncul dan merembet ke wilayah Desa Tanah Merah dengan luas lahan terdampak sekitar 0,2 hektare.

Penanganan kebakaran melibatkan tim lintas unsur yang terdiri dari BPBD Kepulauan Meranti, Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), warga setempat, serta unsur pemerintah desa dan kecamatan.

Dalam proses pemadaman, sejumlah peralatan turut dikerahkan, antara lain dua unit mesin ministrike, 15 gulung selang, tiga unit nozel, dua unit selang hisap, serta satu unit drone untuk pemantauan dari udara. Selain itu, lima unit kendaraan roda dua digunakan untuk menjangkau titik api di lokasi yang sulit diakses. (SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *