Politik

DPRD Pekanbaru Wacanakan Edukasi Isu LGBT di Sekolah, Usul Keterlibatan Psikolog dan Tokoh Agama

9
×

DPRD Pekanbaru Wacanakan Edukasi Isu LGBT di Sekolah, Usul Keterlibatan Psikolog dan Tokoh Agama

Sebarkan artikel ini
DPRD Pekanbaru Wacanakan Edukasi Isu LGBT di Sekolah, Usul Keterlibatan Psikolog dan Tokoh Agama
Teks foto: Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, menyampaikan pandangan terkait pentingnya penguatan edukasi karakter dan nilai moral bagi pelajar. (Ed/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Munculnya video dugaan pesta waria di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Pekanbaru yang sempat viral di media sosial menuai perhatian berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, T. Azwendi Fajri, SE, MM, yang mengaku prihatin atas fenomena tersebut.

Ia menilai, isu mengenai dugaan masih berkembangnya komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Pekanbaru perlu disikapi secara serius melalui langkah pencegahan dan edukasi sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah.

Azwendi mewacanakan agar pemerintah kota, melalui kewenangannya pada jenjang SD dan SMP, dapat mempertimbangkan pemberian materi khusus terkait penguatan pemahaman karakter, moral, dan kesehatan mental kepada peserta didik.

“Ini masih berupa wacana. Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti psikolog, kepolisian, Dinas Kesehatan, serta lembaga keagamaan untuk merumuskan konsep yang tepat. Tujuannya murni untuk pencegahan dan edukasi,” ujar Azwendi, Sabtu (7/2/2026).

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, materi yang disampaikan nantinya tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh sisi kesehatan mental, nilai-nilai agama, serta pembentukan karakter siswa.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pembekalan yang benar dari tenaga profesional, termasuk psikolog dan tokoh agama, agar pemahamannya seimbang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pengaruh pergaulan bebas dan derasnya arus informasi di media sosial yang dinilai dapat memengaruhi pola pikir remaja. Karena itu, sekolah diharapkan berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi yang selaras dengan norma dan budaya masyarakat.

Meski demikian, Azwendi menegaskan bahwa gagasan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi kebijakan resmi Pemerintah Kota Pekanbaru.

“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan, moral, dan dampak perilaku berisiko. Semua harus dibahas secara matang,” katanya.

DPRD Pekanbaru juga berkomitmen membuka ruang dialog dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan lainnya sebelum wacana tersebut ditindaklanjuti lebih jauh, agar penyusunan materi pendidikan tetap mengedepankan pendekatan yang bijak dan tidak menimbulkan stigma terhadap kelompok tertentu. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *