Peristiwa

Karhutla Bengkalis Meluas, BPBD Catat 110 Hektare Lahan Terbakar Sejak Januari

12
×

Karhutla Bengkalis Meluas, BPBD Catat 110 Hektare Lahan Terbakar Sejak Januari

Sebarkan artikel ini
Karhutla Bengkalis Meluas, BPBD Catat 110 Hektare Lahan Terbakar Sejak Januari
Teks foto: Petugas gabungan BPBD, Damkar dan Manggala Agni berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kamis (12/2/2026). ZA/HUC

HarianUpdate.com | Bengkalis – Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus menunjukkan tren peningkatan seiring cuaca ekstrem dan panas berkepanjangan yang melanda wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis mencatat, sejak Januari hingga Kamis, 12 Februari 2026, luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 110 hektare.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bengkalis, Erzansyah, mengungkapkan bahwa titik api terdeteksi hampir di seluruh kecamatan. Kondisi ini diperparah oleh keringnya lahan gambut serta hembusan angin yang cukup kencang.

“Sebaran titik api hampir merata. Luas kebakaran juga terus bertambah. Salah satu kejadian terbaru berada di Desa Damai, yang sebelumnya bermula dari Desa Kelebuk, Kecamatan Bantan,” ujar Erzansyah kepada Harianupdate.com, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, meskipun sempat berhasil dipadamkan, api kembali muncul dan menjalar hingga ke wilayah Desa Damai, Kecamatan Bengkalis. Hingga Selasa (10/2/2026) malam, atau hari keenam sejak kejadian, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi.

“Berdasarkan laporan terakhir, kebakaran di Desa Damai diperkirakan telah mencapai 15 hektare. Saat ini masih dalam proses penanganan dan pengawasan intensif,” jelasnya.

Selain pemadaman, tim di lapangan juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala. Pemantauan terus dilakukan hingga malam hari.

“Kondisi lahan gambut yang kering dan vegetasi yang mudah terbakar membuat potensi munculnya titik api baru sangat tinggi,” tambahnya.

Dalam upaya penanggulangan, BPBD Bengkalis melibatkan berbagai unsur, mulai dari Damkar, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.

Berdasarkan data BPBD, mayoritas karhutla terjadi di lahan kosong serta area perkebunan milik masyarakat, seperti kebun karet dan kelapa sawit. Wilayah yang cukup terdampak antara lain Kecamatan Rupat, Bandar Laksamana, serta Bengkalis.

“Titik awal kebakaran masih terus kami telusuri melalui penggabungan data dari aplikasi pemantauan hotspot, informasi BMKG, serta laporan warga yang masuk melalui layanan Bengkalis Siaga 112,” katanya.

Erzansyah menyebutkan, sejak awal Januari tanda-tanda potensi karhutla sudah terlihat akibat suhu udara yang tinggi dan minimnya curah hujan. Kebakaran tercatat terjadi di sejumlah kecamatan, seperti Rupat, Mandau bagian selatan, Talang Mandau, Bandar Laksamana, Siak Kecil, Bengkalis, dan Bantan.

“Dari Januari sampai Februari ini, peningkatan luas kebakaran cukup signifikan. Total sementara sekitar 110 hektare,” ujarnya.

Beberapa wilayah seperti Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Bantan, dan Bukit Batu telah berhasil dipadamkan. Namun, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung di Kecamatan Bengkalis, Rupat, dan Bandar Laksamana.

“Sisa lahan yang masih dalam penanganan diperkirakan sekitar 80 hektare. Di Kecamatan Bengkalis berada di Desa Air Putih dan Desa Damai, sementara di Bandar Laksamana di Desa Tanjung Leban,” terang Erzansyah.

Ia mengakui, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya jarak tempuh yang jauh menuju lokasi kebakaran, keterbatasan sumber air, serta medan yang sulit.

“Di Desa Tanjung Leban, jarak ke lokasi sekitar 13 kilometer. Peralatan harus dibawa secara manual, dan ketersediaan air sering kali menjadi masalah utama,” katanya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor guna menekan dampak karhutla.

“Kami berharap seluruh titik api segera dapat dikendalikan agar tidak meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *