Peristiwa

Hotspot di Riau Anjlok Drastis, Bengkalis Masih Dominan

9
×

Hotspot di Riau Anjlok Drastis, Bengkalis Masih Dominan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Petugas gabungan melakukan pemadaman sisa api di salah satu area lahan terbakar wilayah provinsi Riau. (IR/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau terpantau mengalami penurunan cukup tajam pada Senin (16/2/2026) pagi. Meski demikian, sejumlah wilayah masih mencatatkan kemunculan hotspot sehingga tetap memerlukan kewaspadaan.

Forecaster On Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Gita Dewi S, mengatakan berdasarkan pemantauan citra satelit, total hotspot di Riau tercatat sebanyak 40 titik. Dari jumlah tersebut, sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis.

“Total hotspot di Riau mencapai 40 titik. Sebaran paling banyak terpantau di Kabupaten Bengkalis sebanyak 21 titik,” ujar Gita kepada Harianupdate.com, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, selain Bengkalis, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Pelalawan sebanyak 11 titik, Kabupaten Siak 5 titik, Kota Dumai 2 titik, serta Kabupaten Indragiri Hilir 1 titik.

Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, BMKG mencatat terdapat 51 hotspot. Rinciannya, Provinsi Aceh 2 titik, Kepulauan Riau 8 titik, Bangka Belitung 1 titik, dan Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak.

Berdasarkan tingkat kepercayaan, dari 40 hotspot yang terpantau di Riau, sebanyak 4 titik berada pada level tinggi dan telah dipastikan sebagai titik api. Kemudian 35 titik berada pada kategori sedang, serta 1 titik pada tingkat rendah.

Penurunan jumlah hotspot ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca di beberapa wilayah yang sempat diguyur hujan. Namun demikian, BMKG mengingatkan bahwa suhu udara yang masih relatif panas serta kelembapan yang berubah-ubah tetap berpotensi memicu munculnya titik panas baru.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan tanda-tanda kebakaran. Upaya pemantauan dan pencegahan terus dilakukan guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap di Riau. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *