Pendidikan

Pendidikan Religius Digenjot, Pemko Pekanbaru Tanamkan Nilai Ketakwaan Sejak Dini

4
×

Pendidikan Religius Digenjot, Pemko Pekanbaru Tanamkan Nilai Ketakwaan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Pendidikan Religius Digenjot, Pemko Pekanbaru Tanamkan Nilai Ketakwaan Sejak Dini
Teks foto: Plt Kadisdik Pekanbaru, Syafrian Tommy, saat membuka kegiatan Pesantren Kilat Tahsin dan Tahfiz Alquran bagi murid SD/MI. (ED/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat arah kebijakan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik. Melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, berbagai program berbasis religiusitas digencarkan untuk menanamkan ketakwaan sejak usia dini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, menyampaikan bahwa pembentukan karakter melalui pendidikan agama menjadi salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinan Agung Nugroho.

“Pendidikan bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter. Dengan memperkuat nilai ketakwaan, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia,” ujar Tommy kepada Harianupdate.com, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, salah satu program unggulan yang saat ini diterapkan di seluruh sekolah negeri adalah Program Cinta Alquran. Program tersebut mengadopsi praktik baik dari sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah Kota Pekanbaru, yang telah lebih dulu membiasakan peserta didik membaca Alquran sebelum memulai pembelajaran.

Sejak tahun lalu, kegiatan membaca Alquran secara rutin dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis di sekolah-sekolah negeri. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Alquran sekaligus membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai ketakwaan ini harus ditanamkan sejak dini dan berkelanjutan. Anak-anak inilah yang nantinya menjadi penerus pembangunan kota, sehingga mereka perlu dibekali dengan karakter yang kuat,” katanya.

Selain Program Cinta Alquran, Disdik Pekanbaru juga mengapresiasi penyelenggaraan Pesantren Kilat selama bulan Ramadan yang dilaksanakan di berbagai masjid. Kegiatan tersebut dinilai efektif sebagai sarana pendalaman materi keagamaan, sekaligus membangun kebersamaan antar siswa.

Tommy menambahkan, jadwal pendidikan selama Ramadan telah disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kegiatan belajar dan ibadah. Sekolah tetap berjalan dengan pengaturan khusus, sementara Pesantren Kilat dilaksanakan setiap hari Sabtu di masjid-masjid yang berada di masing-masing kecamatan.

Ia pun mengajak para guru dan orang tua untuk berperan aktif mendukung program-program tersebut, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh peserta didik.

“Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting. Dengan sinergi yang baik, kita bisa mencetak generasi Pekanbaru yang cerdas, berkarakter, dan religius,” pungkasnya. (ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *