HarianUpdate.com | Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dalam ajang Lomba Esai Tingkat Nasional (LETIN) 7 yang berlangsung di Yogyakarta pada 14–15 Februari 2026.
Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi wadah pertukaran gagasan akademik yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif, kritis, serta berorientasi solusi terhadap isu-isu aktual.
Dalam ajang itu, Irfan Ramadani, mahasiswa UIN Suska Riau, berhasil meraih Silver Medal setelah melewati serangkaian tahapan seleksi, penilaian kualitas esai, hingga presentasi di hadapan dewan juri tingkat nasional. Capaian ini menunjukkan kapasitas dan daya saing mahasiswa UIN Suska di kancah nasional.
Irfan mengusung esai berjudul “Tari Zapin Melayu Riau dalam Perspektif Modern: Harmonisasi Tradisi dengan Teknologi Augmented Reality sebagai Tonggak Pelestarian di Masa Depan.” Melalui karya tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi Tari Zapin Melayu Riau sebagai warisan budaya yang mengandung nilai estetika, moral, dan spiritual Islam sekaligus menjadi identitas masyarakat Melayu.
Ia menawarkan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran interaktif untuk mendokumentasikan gerak, pola lantai, serta makna filosofis Zapin secara lebih sistematis. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk menarik minat generasi muda terhadap seni tradisi.
“Pendekatan teknologi bukan dimaksudkan menggantikan tradisi, melainkan menjadi jembatan agar budaya tetap hidup, relevan, dan mampu menjangkau generasi digital,” ujar Irfan saat dikonfirmasi Harianupdate.com, Selasa (17/2/2026).
Ia menilai seni tradisional saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari dominasi budaya populer hingga keterbatasan dokumentasi yang akurat. Integrasi AR diyakini dapat menjadi solusi inovatif sehingga pembelajaran Zapin dapat dilakukan secara real-time, menarik, dan berkelanjutan tanpa menghilangkan nilai keasliannya.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan lomba, Irfan juga memperoleh pengalaman akademik berharga melalui diskusi lintas disiplin bersama peserta dari berbagai daerah. Kesempatan mempresentasikan gagasan di hadapan juri nasional menjadi pengalaman yang menantang sekaligus membanggakan.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi almamater serta memperkuat komitmen mahasiswa UIN Suska Riau dalam mengangkat potensi budaya lokal melalui pendekatan akademik yang inovatif dan visioner. Irfan berharap gagasannya dapat memberi kontribusi nyata bagi pelestarian Tari Zapin Melayu Riau serta mendorong kolaborasi harmonis antara budaya dan teknologi di era digital. (RB)











