Peristiwa

Diskes Riau Catat Ribuan Kasus DBD, Masyarakat Diminta Perkuat PSN dan 3M Plus

5
×

Diskes Riau Catat Ribuan Kasus DBD, Masyarakat Diminta Perkuat PSN dan 3M Plus

Sebarkan artikel ini
Diskes Riau Catat Ribuan Kasus DBD, Masyarakat Diminta Perkuat PSN dan 3M Plus
Teks foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli. (RB/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 4.724 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi sepanjang tahun 2025 di wilayah Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, daerah dengan temuan terbanyak adalah Kota Dumai dengan 845 kasus.

Selanjutnya, kasus DBD juga banyak ditemukan di Kota Pekanbaru sebanyak 791 kasus, Bengkalis 626 kasus, Indragiri Hilir 550 kasus, serta Rokan Hilir sebanyak 364 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan bahwa angka tersebut menunjukkan tingkat kesakitan DBD di Riau mencapai 64,7 per 100.000 penduduk.

“Sepanjang 2025 tercatat 4.724 kasus DBD, dengan jumlah terbanyak berada di Kota Dumai sebanyak 845 kasus,” ujar Zulkifli melalui pesan singkat kepada Harianupdate.com, Rabu (18/2/2026).

Selain itu, kasus DBD juga ditemukan di Kabupaten Kampar sebanyak 355 kasus, Siak 304 kasus, Kuantan Singingi 271 kasus, dan Rokan Hulu 231 kasus.

Sementara itu, beberapa kabupaten lainnya mencatatkan kasus di bawah 200, seperti Kepulauan Meranti sebanyak 175 kasus, Pelalawan 113 kasus, serta Indragiri Hulu 99 kasus.

Zulkifli menjelaskan, pihaknya terus mendorong berbagai upaya pencegahan guna menekan angka penularan DBD, salah satunya melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.

“Perilaku hidup bersih dan sehat, ditambah dengan PSN, menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan DBD,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan metode 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

“Langkah Plus meliputi penggunaan obat nyamuk, pemasangan kawat kasa, menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, serta mengenakan pakaian tertutup untuk menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti,” jelasnya.

Selain itu, warga diimbau tidak menggantung pakaian di dalam kamar, menggunakan losion antinyamuk yang mengandung DEET, serta menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan vitamin.

Zulkifli juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan gotong royong kebersihan lingkungan serta fogging di wilayah yang dinilai rawan.

“Bagi yang memenuhi kriteria, vaksinasi DBD juga dapat menjadi perlindungan tambahan, terutama bagi anak-anak. Semua langkah ini perlu dilakukan secara konsisten, khususnya saat musim hujan,” pungkasnya. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *