Pendidikan

Prestasi Akademik, Ilmu Komunikasi FIKOM UIR Resmi Berstatus Unggul

7
×

Prestasi Akademik, Ilmu Komunikasi FIKOM UIR Resmi Berstatus Unggul

Sebarkan artikel ini
Prestasi Akademik, Ilmu Komunikasi FIKOM UIR Resmi Berstatus Unggul
Teks foto: Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (FIKOM UIR) di Pekanbaru. (RB/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau kembali mencatatkan prestasi akademik dengan meraih status akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK). Predikat tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 014/DL.03.05/2026 yang berlaku mulai 26 Januari 2026 hingga 26 Januari 2031.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UIR, Eko Hero, menyebutkan bahwa capaian tertinggi ini merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen di lingkungan fakultas dan universitas.

“Prestasi ini lahir dari kolaborasi semua pihak, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga mitra yang terus memberikan dukungan dan pendampingan,” ujar Eko kepada Harianupdate.com, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir fakultas menitikberatkan penguatan tata kelola akademik, khususnya pada peningkatan mutu pembelajaran serta produktivitas riset dosen. Menurutnya, keselarasan antara kegiatan pengajaran dan pengembangan penelitian menjadi salah satu aspek penting dalam proses penilaian akreditasi.

Lebih lanjut, Eko menuturkan bahwa raihan akreditasi Unggul membawa dampak strategis bagi pengembangan institusi, termasuk meningkatnya kepercayaan publik serta terbukanya peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Status Unggul ini menjadi modal besar untuk memperluas jejaring kolaborasi dan memperkuat posisi FIKOM UIR di tingkat yang lebih luas,” tambahnya.

Ke depan, pihak fakultas berkomitmen menjaga dan mempertahankan capaian tersebut melalui penguatan sistem administrasi, integrasi riset dengan pengajaran, serta pengembangan model pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika zaman. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjaga reputasi program studi.

“Kami berharap dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni terus menjunjung tinggi etika akademik serta etika komunikasi demi menjaga nama baik program studi,” tutupnya. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *