Daerah

MBG Buka Ruang Fiskal Baru bagi Pemprov Riau

7
×

MBG Buka Ruang Fiskal Baru bagi Pemprov Riau

Sebarkan artikel ini
MBG Buka Ruang Fiskal Baru bagi Pemprov Riau
Teks foto: Sekretaris Daerah Provinsi, Riau Syahrial Abdi, menyampaikan keterangan terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis, Minggu (22/2/2026). IR/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi kebijakan nasional mulai memberi dampak nyata bagi keuangan daerah. Di Provinsi Riau, program tersebut membantu pemerintah daerah menghemat anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan bahwa integrasi program MBG telah mengurangi beban belanja daerah, khususnya untuk kebutuhan makan siswa pada sekolah keguruan berasrama yang dikelola pemerintah provinsi.

Menurutnya, selama ini anggaran untuk konsumsi siswa di tujuh boarding school milik Pemprov Riau mencapai sekitar Rp45 miliar setiap tahun. Kini, pembiayaan tersebut telah masuk dalam skema program MBG yang merupakan program pemerintah pusat.

“Selama ini kebutuhan makan siswa di sekolah berasrama ditanggung APBD dengan nilai kurang lebih Rp45 miliar. Sekarang sudah terakomodasi dalam program MBG, sehingga anggaran tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan prioritas lainnya,” ujar Syahrial kepada Harianupdate.com, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, dari hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah daerah, pembiayaan operasional sekolah berasrama memang menjadi salah satu komponen pengeluaran yang cukup besar dalam struktur APBD.

Dengan adanya integrasi ke program nasional tersebut, ruang fiskal pemerintah daerah menjadi lebih longgar. Hal ini memberi kesempatan bagi pemerintah provinsi untuk mengalokasikan anggaran ke sektor lain yang lebih mendesak.

Selain berdampak pada efisiensi anggaran, pelaksanaan program MBG juga mulai mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Dana program yang disalurkan langsung ke satuan pelayanan ikut memicu perputaran ekonomi lokal, mulai dari penyedia bahan pangan hingga pelaku usaha di sekitar wilayah sekolah.

Meski demikian, Syahrial mengakui bahwa implementasi program MBG di Riau pada tahap awal belum berjalan sepenuhnya optimal. Sejumlah penyesuaian masih terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin efektif.

Pemerintah daerah saat ini terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan lainnya, guna memastikan program tersebut berjalan sesuai target.

“Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan koordinasi yang semakin baik, kami optimistis manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Pemprov Riau juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan program tersebut, terutama dalam upaya meningkatkan pelayanan pemenuhan gizi bagi para pelajar di berbagai wilayah. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *