Peristiwa

Dugaan Oplosan BBM di Kertapati, Aktivis Desak Penindakan Tegas

7
×

Dugaan Oplosan BBM di Kertapati, Aktivis Desak Penindakan Tegas

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Lokasi diduga gudang BBM Ilegal di wilayah Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. (JA/HUC)

HarianUpdate.com | Palembang – Dugaan praktik penyelewengan dan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di wilayah Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Aktivitas ilegal tersebut disebut-sebut berlangsung rapi dan terorganisir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, praktik tersebut diduga melibatkan oknum sopir mobil tangki serta pihak lain yang masih dalam penelusuran. Aktivitas ini diduga berlangsung di sebuah gudang di Jalan H. Sarkowi B, Kelurahan Keramasan.

Modus yang digunakan disebut-sebut untuk mengelabui sistem pemantauan distribusi BBM. Dua sopir berinisial Wahyu dan Mukti diduga melepaskan perangkat pelacak GPS dari kendaraan tangki, lalu menitipkannya kepada pihak lain yang mengendarai sepeda motor.

“GPS tersebut dibawa berkeliling agar terdeteksi seolah-olah kendaraan tangki tetap berjalan sesuai rute,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Minggu (5/4/2026).

Sementara itu, kendaraan tangki diduga dialihkan menuju lokasi gudang. Di tempat tersebut, BBM yang diduga berasal dari sumber ilegal dicampurkan ke dalam tangki, sementara BBM resmi yang seharusnya disalurkan ke masyarakat diduga diturunkan.

Praktik ini disebut berpotensi merugikan negara dan masyarakat, terutama jika BBM yang telah dicampur kembali beredar di jalur distribusi resmi

Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian akibat dugaan peredaran BBM oplosan tersebut. Beberapa di antaranya mengeluhkan kerusakan kendaraan setelah mengisi bahan bakar.

“Setelah isi BBM, kendaraan jadi tidak normal, bahkan ada yang sampai harus perbaikan besar,” ungkap seorang warga.

Selain itu, dugaan penjualan BBM subsidi secara langsung di lokasi gudang juga menjadi perhatian masyarakat.

Menanggapi dugaan tersebut, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumatera Selatan menyatakan akan melaporkan kasus ini ke Polda Sumatera Selatan.

“Ini menyangkut hak masyarakat atas BBM subsidi dan potensi kerugian negara. Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan,” ujar perwakilan GPP.

Mereka juga meminta agar seluruh pihak yang diduga terlibat, tanpa terkecuali, diproses sesuai hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pertamina (Persero) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum dalam distribusi BBM tersebut.

Upaya konfirmasi juga masih terus dilakukan kepada pihak-pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. (JA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *