HarianUpdate.com | Pekanbaru – Wali Kota Agung Nugroho menegaskan komitmennya menjadikan Pekanbaru sebagai daerah yang bebas dari kasus stunting. Target tersebut disampaikan setelah pemerintah kota mencatat keberhasilan menangani lebih dari 3.000 kasus sepanjang tahun 2025.
Menurut Agung, upaya percepatan penurunan stunting akan terus diperkuat melalui berbagai program intervensi, terutama dalam pemenuhan gizi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan.
“Kita menargetkan Pekanbaru bisa mencapai zero stunting,” ujar Agung kepada Harianupdate.com, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan dunia usaha, dinilai sangat penting untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak yang terdampak.
“Kemampuan fiskal daerah saat ini cukup terbatas. Hal itu disebabkan berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah yang nilainya mencapai sekitar Rp400 miliar pada tahun ini. Kondisi tersebut mendorong pemerintah kota membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta,” lanjutnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Pekanbaru membentuk Badan Stunting Pekanbaru dengan pendekatan program “bapak asuh” bagi anak yang mengalami stunting.
Melalui skema tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan bersama camat, lurah, pengurus RT/RW, serta kader posyandu akan melakukan pendataan terhadap anak yang berisiko maupun yang sudah terindikasi stunting.
Data yang terkumpul kemudian disampaikan kepada perusahaan atau badan usaha yang bersedia terlibat dalam program pendampingan. Nantinya, bantuan dari perusahaan dapat disalurkan melalui cabang masing-masing dengan melibatkan posyandu setempat agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Agung juga memaparkan bahwa kebutuhan anggaran untuk penanganan satu anak stunting diperkirakan mencapai Rp1,2 juta setiap bulan dengan masa intervensi selama tiga bulan. Dana tersebut dikelola oleh kader posyandu untuk menyiapkan serta mendistribusikan makanan bergizi kepada anak penerima manfaat.
“Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, angka stunting di Pekanbaru dapat ditekan secara signifikan hingga akhirnya mencapai nol kasus,” pungkasnya. (ED)











