Daerah

Audiensi dengan AMMP, Plt Gubernur Riau Tegaskan Relokasi Humanis di TNTN

5
×

Audiensi dengan AMMP, Plt Gubernur Riau Tegaskan Relokasi Humanis di TNTN

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin audiensi bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan, Jumat (13/2/2026). Ir/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima audiensi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), Jumat (13/2/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dikantor Gubernur Riau dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Dalam pertemuan itu, SF Hariyanto menyampaikan bahwa pihaknya menerima berbagai masukan terkait perkembangan pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

“Alhamdulillah, kita sudah mencapai kesepakatan dengan teman-teman AMMP. Kami juga telah menjelaskan program serta dasar hukum pelaksanaan kegiatan Tim Percepatan Pemulihan TNTN,” ujar SF Hariyanto.

Ia menjelaskan, salah satu poin kesepakatan adalah tim tetap melanjutkan upaya relokasi terhadap masyarakat yang telah menyerahkan lahan sawitnya kepada pemerintah.

“Kita tetap bekerja untuk merelokasi masyarakat yang sudah menyerahkan surat-surat kepemilikan lahannya,” katanya.

Menurut SF Hariyanto, proses relokasi akan dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Pemerintah memastikan lokasi relokasi dilengkapi sarana dan prasarana pendukung.

“Tidak ada masyarakat yang ditinggalkan. Sarana seperti sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya akan disiapkan terlebih dahulu. Setelah semuanya siap, barulah masyarakat direlokasi,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, tercatat sekitar 3.900 subjek kepemilikan dengan total luasan kurang lebih 10.000 hektare telah menyerahkan lahannya kepada pemerintah. Sementara itu, lahan relokasi yang tersedia mencapai 632 hektare dan akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Satgas PKH.

Sebelumnya, Pemprov Riau bersama Tim Percepatan Pemulihan TNTN terus mendorong langkah-langkah pemulihan kawasan. Salah satu fokusnya adalah rencana penghijauan kembali pada lahan seluas 2.400 hektare.

“Akan dilakukan reboisasi di lahan sekitar 2.400 hektare. Ini kita upayakan secepatnya untuk ditanami kembali, kemudian ketersediaan lahannya akan kita laporkan kepada Kementerian Kehutanan,” tutup SF Hariyanto. (Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *