Daerah

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Kuansing Perkuat Strategi Ketahanan Pangan

10
×

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Kuansing Perkuat Strategi Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Bupati Kuansing Suhardiman Amby memimpin Rapat Koordinasi Pertanian di Saung Tani Desa Pulau Panjang Inuman, Rabu (14/1/2026), dihadiri Kadis Pangan dan Hortikultura Riau serta akademisi Universitas Riau. (EL/Harianupdate)

HarianUpdate.com | Kuansing – Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi untuk tetap memprioritaskan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Bupati Kuansing Suhardiman Amby menegaskan seluruh perangkat daerah harus lebih cermat mengelola keuangan tanpa mengorbankan agenda pembangunan strategis.

Komitmen itu terlihat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pertanian yang digelar secara sederhana di Saung Tani, Desa Pulau Panjang Inuman, Kecamatan Inuman, Rabu (14/1/2026). Lokasi terbuka dengan alas papan justru memberi nuansa akrab dan mencerminkan semangat kebersamaan membangun sektor pertanian.

“Kita memang harus mengencangkan ikat pinggang, tetapi program yang berdampak langsung bagi petani tidak boleh berhenti. Justru di saat seperti inilah inovasi dan kolaborasi harus diperkuat,” ujar Suhardiman dalam arahannya.

Rakor tersebut mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Riau. Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Ronny Bowo Laksono, hadir langsung bersama jajaran untuk menyelaraskan langkah antara provinsi dan kabupaten. Turut hadir Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau, para pakar, penyuluh, serta sejumlah kepala OPD terkait seperti Bappeda, PUPR, Diskominfo, camat, dan kepala desa.

Ronny Bowo menyebut terobosan yang dilakukan Pemkab Kuansing patut menjadi contoh daerah lain, terutama keberanian mengoptimalkan lahan eks tambang menjadi kawasan pertanian produktif.

“Langkah ini sangat progresif. Mengubah bekas tambang menjadi lahan pangan bukan pekerjaan mudah, namun Kuansing mampu membuktikan bahwa hal itu bisa dilakukan. Kami di provinsi siap mendukung, termasuk memperjuangkan akses anggaran dari pemerintah pusat,” katanya didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Deflides Gusni.

Diskusi dalam rakor berlangsung dinamis. Para penyuluh dan akademisi memaparkan konsep peningkatan produksi beras, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga strategi pemasaran hasil panen. Beberapa kepala desa juga menyampaikan kebutuhan riil petani di lapangan, mulai dari irigasi, pupuk, hingga akses jalan produksi.

Suhardiman menekankan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kolaborasi semua unsur. Ia meminta setiap OPD bekerja lintas sektor dan menghindari ego kelembagaan.

“Target kita jelas, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani. Jika pertanian bergerak, ekonomi desa ikut hidup,” tegasnya.

Rakor di Saung Tani itu menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Kuantan Singingi tetap menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mengakselerasi terwujudnya swasembada beras dan kesejahteraan masyarakat tani di Kuansing. (EL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *