Daerah

Didanai CSR, Pemko Pekanbaru Bangun Tugu Ikonik Senilai Rp4 Miliar

3
×

Didanai CSR, Pemko Pekanbaru Bangun Tugu Ikonik Senilai Rp4 Miliar

Sebarkan artikel ini
Didanai CSR, Pemko Pekanbaru Bangun Tugu Ikonik Senilai Rp4 Miliar
Teks foto: Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. (ED/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp4 miliar. Meski demikian, pembangunannya tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena seluruh pembiayaan berasal dari dukungan sektor swasta.

Menurut Agung, dana pembangunan tugu tersebut berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) salah satu rumah sakit swasta di kota itu, yakni RS Awal Bros.

“Alhamdulillah, dalam rapat dengan sejumlah perusahaan, pembangunan tugu senilai sekitar Rp4 miliar akan didukung oleh RS Awal Bros. Ini tentu menjadi kontribusi yang sangat berarti bagi kota,” ujarnya melalui pesan singkat kepada harianupdate.com, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, pembukaan simpang sebidang di Jalan Arifin Ahmad tidak hanya ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, terutama di kawasan depan area Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), tetapi juga untuk meningkatkan nilai estetika kawasan tersebut.

Selama ini, kawasan MTQ dinilai hanya menjadi jalur lintasan kendaraan tanpa memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati keindahan lanskapnya. Karena itu, pemerintah kota ingin menghadirkan elemen visual yang mampu menarik perhatian sekaligus memperkuat karakter kota.

“Harapannya, tugu ini nantinya menjadi titik perhatian baru sekaligus mempercantik wajah kota,” kata Agung.

Pemko juga berharap kehadiran tugu tersebut dapat memperkuat identitas Pekanbaru sebagai kota yang terus berbenah. Setiap sudut kota diharapkan memiliki ciri khas tersendiri sehingga masyarakat maupun pendatang dapat merasakan suasana kota yang lebih nyaman dan menarik.

Dukungan pembiayaan dari pihak swasta melalui program CSR ini juga dinilai sebagai contoh sinergi positif antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pembangunan kota, tanpa harus menambah beban keuangan daerah. (ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *