Daerah

Dishub Pekanbaru Perbaiki PJU Jalan Arwana, 20 Lampu Kembali Menyala

40
×

Dishub Pekanbaru Perbaiki PJU Jalan Arwana, 20 Lampu Kembali Menyala

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru saat melakukan perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum di Jalan Arwana, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, pada Jumat malam (2/1/2026). Robin/Harianupdate

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru melakukan perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Arwana, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, pada Jumat malam (2/1/2026). Langkah ini dilakukan menyusul laporan warga terkait lampu jalan yang tidak berfungsi dalam waktu cukup lama.

Perbaikan tersebut ditinjau langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Sunarko. Setelah mengecek kondisi di lapangan, ia segera memerintahkan petugas untuk melakukan penanganan terhadap PJU yang mati.

Tak berselang lama, tim teknis Dishub tiba di lokasi dan langsung melakukan perbaikan. Hasilnya, sebanyak 20 unit lampu PJU yang sebelumnya padam selama hampir dua bulan berhasil dinyalakan kembali.

Sunarko menegaskan bahwa Dishub Pekanbaru berkomitmen merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait fasilitas penerangan jalan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung turun ke lapangan. Alhamdulillah, lampu PJU sudah kembali berfungsi dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Sunarko, di kutip dari Cakaplah.com

Kembalinya penerangan jalan tersebut disambut positif oleh warga setempat. Di kawasan Jalan Arwana, terdapat sekitar 22 kepala keluarga yang selama ini mengeluhkan minimnya penerangan, khususnya pada malam hari.

Salah seorang warga, Sulaiman, menyebut kondisi lingkungan menjadi rawan saat lampu jalan tidak menyala. Selain gelap, warga juga merasa khawatir dengan potensi bahaya dari hewan liar.

“Lampu ini sudah mati sekitar dua bulan. Kalau malam sangat gelap dan rawan, apalagi sering ada ular masuk ke rumah warga,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026)

Selain persoalan penerangan, warga juga mengeluhkan masalah banjir yang kerap terjadi saat hujan turun. Air limpahan dari Parit Belanda sering menggenangi permukiman warga. Mereka berharap pemerintah daerah dapat membangun atau memperbaiki saluran parit guna mengatasi persoalan tersebut.

“Kalau hujan deras, air dari Parit Belanda sering meluap dan masuk ke rumah warga. Kami berharap ke depan ada pembangunan parit supaya tidak banjir lagi,” pungkas Sulaiman. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *