Daerah

Lindungi Ternak dan Ketahanan Pangan, DPKH Riau Distribusikan Ribuan Dosis Vaksin PMK

13
×

Lindungi Ternak dan Ketahanan Pangan, DPKH Riau Distribusikan Ribuan Dosis Vaksin PMK

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Petugas DPKH Provinsi Riau saat melakukan vaksinasi PMK terhadap hewan ternak dalam kegiatan vaksinasi serentak, Jumat (6/2/2026). RB/HUC

HarianUpdate.com | Riau – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau menggelar vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara serentak di sejumlah wilayah sebagai langkah percepatan pengendalian penyakit menular pada ternak sekaligus mendukung program nasional Akselerasi Vaksinasi PMK Tahun 2026.

Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan vaksin PMK sebanyak 20.000 dosis untuk Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.250 dosis sudah didistribusikan ke kabupaten dan kota.

“Untuk bulan Februari ditargetkan 10.000 dosis dan bulan Maret juga 10.000 dosis. Ini merupakan bagian dari vaksinasi tahap pertama periode Januari sampai Maret 2026, yang nantinya akan dilanjutkan tahap kedua pada Juli hingga September 2026,” ujar Mimi Yuliani kepada Harianupdate.com, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi serentak yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Riau melibatkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Ternak dan Pakan DPKH Riau, Dinas Peternakan Kabupaten Kampar, serta Dinas Pertanian Kota Pekanbaru. Pada hari pelaksanaan, ditargetkan sebanyak 200 dosis vaksin dapat disuntikkan kepada hewan ternak.

Menurut Mimi, upaya ini diharapkan mampu menekan penyebaran PMK, menjaga kesehatan ternak, serta mempertahankan produktivitas sektor peternakan di Riau.

“Dengan vaksinasi yang berkelanjutan, kami berharap populasi ternak tetap sehat, produksi tidak terganggu, dan ketahanan pangan daerah dapat terjaga,” jelasnya.

Berdasarkan laporan sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 304 kasus PMK terjadi di delapan kabupaten/kota di Provinsi Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 143 kasus.

Daerah lain yang juga melaporkan kasus PMK antara lain Kabupaten Siak sebanyak 65 kasus, Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing 25 kasus, Indragiri Hilir 19 kasus, Kabupaten Kampar 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Rokan Hilir 1 kasus.

“Dari seluruh kasus yang tercatat selama 2025, satu ekor ternak dilaporkan mati dan kejadian tersebut terjadi di Kota Dumai,” tutup Mimi. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *