Daerah

Meriah dan Sakral, Pawai Penyemahan Imlek Warnai Kota Bengkalis

5
×

Meriah dan Sakral, Pawai Penyemahan Imlek Warnai Kota Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Meriah dan Sakral, Pawai Penyemahan Imlek Warnai Kota Bengkalis
Teks foto: Ribuan warga menyaksikan Pawai Penyemahan Chue Lak yang dimulai dari Vihara Hok Ann Kiong di Bengkalis, Minggu (22/2/2026). ZA/HUC

HarianUpdate.com | Bengkalis – Ribuan masyarakat memadati sejumlah ruas jalan utama di Bengkalis untuk menyaksikan Pawai Penyemahan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Imlek 2577 Kongzili, Minggu (22/2/2026). Tradisi yang digelar setiap tahun ini menghadirkan suasana meriah sekaligus khidmat dengan nuansa budaya Tionghoa yang kental.

Arak-arakan dimulai dari Vihara Hok Ann Kiong dan melintasi sejumlah jalan protokol di pusat kota. Sejak pagi hari, warga sudah memadati sisi jalan untuk menyaksikan prosesi yang dianggap sakral tersebut.

Perayaan yang dikenal dengan sebutan Chue Lak ini diyakini sebagai hari kelahiran para dewa-dewi dalam tradisi Tionghoa. Dalam pawai tersebut, para tatung atau thangkie memimpin jalannya ritual penyemahan di beberapa titik sepanjang rute.

Para tatung dipercaya sedang berada dalam kondisi spiritual tertentu yang diyakini sebagai perantara para dewa. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur serta doa untuk keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat.

Kemeriahan pawai semakin terasa dengan hadirnya tandu dewa, pertunjukan barongsai, tarian naga atau liong, hingga suara petasan yang bergema sepanjang perjalanan. Perpaduan antara unsur spiritual dan hiburan budaya menjadikan acara ini selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkalis, Suwarto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas semaraknya perayaan Imlek di Bengkalis tahun ini.

Menurutnya, berbagai rangkaian kegiatan yang digelar, mulai dari festival kuliner hingga pawai budaya, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda pariwisata.

“Kalau dikemas lebih baik lagi, kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata bahkan hingga tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Bengkalis Tengdy Wijaya melalui Kabag Humas Jefri Tumangkeng menyebut Pawai Penyemahan sebagai salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan Imlek di Pulau Bengkalis.

Ia menjelaskan bahwa prosesi tersebut juga menjadi doa bersama bagi masyarakat yang dilewati rombongan pawai agar mendapatkan keberkahan dan nasib baik.

“Pawai ini merupakan doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberuntungan bagi masyarakat. Antusiasme warga yang menyaksikan tentu menjadi kebahagiaan bagi kami,” ungkapnya.

Perayaan Imlek di Bengkalis tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat. Tradisi leluhur tetap terjaga, sekaligus memperkuat harmoni di tengah keberagaman warga. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *