Daerah

Pemprov Riau Wacanakan Penambahan PPNS untuk Optimalkan Pajak Daerah

22
×

Pemprov Riau Wacanakan Penambahan PPNS untuk Optimalkan Pajak Daerah

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Plt Gubernur Riau, SF Haryanto. (Irwan/Harianupdate)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau berencana memperkuat peran Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Upaya tersebut dilakukan dengan membentuk tim baru maupun menambah jumlah PPNS yang ada saat ini.

Rencana itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat memimpin Apel Pagi Perdana Tahun 2026 bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Senin (5/1/2026).

SF Hariyanto menilai masih banyak potensi dan objek pajak di Provinsi Riau yang belum dikelola secara maksimal. Salah satu kendala utama, menurutnya, adalah keterbatasan kewenangan penyidikan akibat minimnya jumlah PPNS.

“Objek pajak kita cukup banyak, tetapi tidak semuanya bisa ditindaklanjuti karena keterbatasan PPNS,” ujarnya.

Ia meyakini, apabila pengelolaan dan pengawasan pajak daerah dapat dilakukan secara optimal, maka pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak, akan meningkat signifikan.

Untuk itu, Plt Gubernur Riau meminta Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, agar mempersiapkan aparatur sipil negara melalui pelatihan dan pendidikan khusus guna menjadi PPNS. Nantinya, tim tersebut diharapkan mampu melakukan pengawasan dan penyidikan terhadap objek-objek pajak potensial yang belum memberikan kontribusi maksimal.

“Kita masih kekurangan PPNS. Padahal tim ini bisa dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk untuk menertibkan aset atau barang yang tidak lagi digunakan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, SF Hariyanto juga mengingatkan seluruh ASN Pemprov Riau agar meningkatkan kinerja, disiplin, dan kualitas pelayanan publik pada tahun 2026. Ia mengakui bahwa tahun 2025 menjadi periode yang cukup berat, terutama terkait keterbatasan fiskal dan persoalan tunda bayar.

“Evaluasi sudah kita lakukan. Tahun 2025 memang tidak mudah dan belum semua target bisa dicapai. Namun, ke depan kita harus bekerja lebih fokus, lebih solid, dan lebih baik lagi di tahun 2026. Kekompakan harus terus dijaga,” tegasnya. (Irwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *