Daerah

Pimpin Apel HKN, Wabup Siak Minta Aparatur Kerja Total dan Genjot PAD

13
×

Pimpin Apel HKN, Wabup Siak Minta Aparatur Kerja Total dan Genjot PAD

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Wakil Bupati Siak, Syamsurizal saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Siak, Senin (19/1/2026). Rizky/Harianupdate

HarianUpdate.com | Siak – Wakil Bupati Siak Syamsurizal menegaskan pentingnya etos kerja maksimal dan keikhlasan dalam melayani masyarakat. Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah lebih kreatif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan.

Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Siak, Senin (19/1/2026).

Di hadapan peserta apel, Syamsurizal memberi perhatian khusus kepada pejabat yang baru dilantik pada 13 Januari lalu. Ia meminta mereka segera beradaptasi dan menunjukkan performa terbaik di unit kerja masing-masing.

“Jabatan adalah amanah. Setelah dilantik, tidak ada alasan untuk menunda kerja. Tunjukkan dedikasi dan tanggung jawab secepat mungkin,” tegasnya.

Menurutnya, aparatur pemerintah—baik ASN, PPPK, maupun tenaga honorer—memiliki kewajiban moral untuk memberikan pelayanan prima karena digaji dari uang rakyat.

“Kita ini pelayan masyarakat. Jangan bekerja setengah hati, apalagi bersikap semena-mena. Tugas kita melayani dengan tulus dan profesional,” ujarnya mengingatkan.

Syamsurizal juga menyoroti tantangan fiskal daerah yang menuntut terobosan baru. Ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah mencari peluang peningkatan PAD melalui inovasi program dan optimalisasi sumber daya.

“Tidak cukup hanya mengandalkan bupati dan wakil bupati. Ini kerja tim. Kalau PAD meningkat, keuangan daerah akan lebih sehat dan kesejahteraan masyarakat bisa kita jaga bersama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Siak menerima sertifikat bebas frambusia dari Menteri Kesehatan RI. Penghargaan itu menjadi bukti keberhasilan upaya berkelanjutan dalam memutus rantai penularan penyakit kulit menular tersebut.

Wabup menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, tenaga medis, serta masyarakat yang terlibat aktif hingga Kabupaten Siak meraih status bebas frambusia.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata di sektor kesehatan,” tutupnya. (Rizky)

Penulis: Rizky Editor: Bowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *