Daerah

Puluhan Tahun Tak Diperbaiki, Jalan Poros Kecamatan Bantan Kian Memprihatinkan

10
×

Puluhan Tahun Tak Diperbaiki, Jalan Poros Kecamatan Bantan Kian Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
Puluhan Tahun Tak Diperbaiki, Jalan Poros Kecamatan Bantan Kian Memprihatinkan
Teks foto: Kondisi jalan poros di Pulau Bengkalis tampak berlubang, menyulitkan aktivitas warga dan distribusi hasil perkebunan. (ZA/HUC)

HarianUpdate.com | Bengkalis – Kondisi jalan poros di Pulau Bengkalis dilaporkan mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapat penanganan maksimal dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Kerusakan tersebut tersebar di sejumlah titik strategis yang menjadi akses utama antar desa dan kecamatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan ruas jalan yang mengalami kerusakan berat berada di jalur Desa Bantan Air, Bantan Sari, Bantan Timur hingga Desa Muntai Barat. Pada ruas tersebut, badan jalan terlihat berlubang, tergenang air, dan mengalami penurunan permukaan. Kondisi jalan baru kembali layak dilalui setelah melewati ruas yang telah dibangun dengan aspal rigid.

Warga setempat mengaku kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan semakin membahayakan pengguna jalan. Saat hujan atau air pasang, lubang-lubang di badan jalan tidak terlihat sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Sudah puluhan tahun jalan ini tidak tersentuh pembangunan. Lubangnya sangat dalam, apalagi kalau tergenang air hujan atau pasang, pengendara tidak tahu mana jalan yang rusak,” ujar Asir, warga Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, JUmat (30/1/2026).

Menurut Asir, jalan poros tersebut terakhir kali diaspal pada tahun 1992. Sejak itu, perbaikan hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan cara penimbunan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama.

“Kalau ditimbun, beberapa bulan kemudian rusak lagi. Saat banjir pasang, jalannya makin tergerus. Bahkan di beberapa titik nyaris putus karena sudah sangat dekat dengan aliran sungai,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Yanto, warga Desa Muntai Barat. Ia menyebut kondisi jalan poros di Kecamatan Bantan sangat memprihatinkan dan belum menunjukkan adanya perbaikan menyeluruh.

“Padahal kalau ada kemauan serius dari pemerintah daerah, jalan ini bisa cepat diperbaiki. Dua tahun lalu memang ada pembangunan jalan rigid, tapi volumenya kecil. Tahun 2023 dan 2024 hanya sekitar dua kilometer, sementara tahun 2025 dan 2026 malah tidak dianggarkan,” ungkap Yanto.

Ia berharap Pemkab Bengkalis segera menuntaskan pembangunan jalan poros di Pulau Bengkalis karena jalur tersebut merupakan akses vital perekonomian masyarakat.

“Kalau jalannya rusak, distribusi hasil perkebunan dan pertanian ke Kota Bengkalis jadi terhambat,” ujarnya.

Kondisi yang lebih memprihatinkan juga terjadi di ujung Pulau Bengkalis, tepatnya ruas jalan Desa Kembung Luar menuju Desa Teluk Lancar. Struktur tanah gambut di kawasan tersebut membuat badan jalan mudah rusak dan tergerus.

Selama ini, warga hanya mampu melakukan perbaikan darurat dengan menimbun tanah seadanya dan menyusun batang kelapa yang dibelah menjadi papan. Namun, kondisi tersebut justru menyulitkan pengendara, terutama pengguna kendaraan roda dua.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penanganan serius dan berkelanjutan agar akses jalan poros Pulau Bengkalis kembali layak dan aman dilalui. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *