Daerah

Rakerda PHRI Riau, Pemko Pekanbaru Tawarkan Kolaborasi Pengembangan Wisata

5
×

Rakerda PHRI Riau, Pemko Pekanbaru Tawarkan Kolaborasi Pengembangan Wisata

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, saat membuka Rakerda II BPD PHRI Provinsi Riau Tahun 2026 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Kamis (5/5/2026). Ed/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memperkuat kerja sama dengan Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Riau dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Agung Nugroho saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II BPD PHRI Provinsi Riau Tahun 2026 yang digelar di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Kamis (5/2/2026).

Menurut Agung, posisi strategis Kota Pekanbaru yang terhubung dengan berbagai daerah menjadi peluang besar untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan. Ia menilai, pengembangan sektor pariwisata akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Rakerda ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, terutama dalam menghadirkan event-event pariwisata yang mampu menggerakkan perekonomian,” ujar Agung.

Ia menambahkan, saat ini aktivitas kegiatan di hotel sudah kembali diperbolehkan, sehingga membuka ruang lebih luas bagi penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.

“Kita akan berupaya menghadirkan lebih banyak event besar. Tamu yang datang tentu membutuhkan akomodasi, dan ini berdampak pada peningkatan pendapatan hotel sekaligus pendapatan daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI Provinsi Riau, Nofrizal, menyampaikan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di Riau.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami mengajak pemerintah daerah serta pihak terkait untuk bersama-sama membangun pariwisata Riau melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Nofrizal.

Ia juga menuturkan bahwa sektor perhotelan memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi, tidak hanya di bidang jasa akomodasi, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja serta mendorong sektor transportasi darat, laut, dan udara.

“Tingkat hunian hotel biasanya sejalan dengan aktivitas sektor transportasi dan usaha lainnya,” ungkapnya.

Dalam rakerda tersebut turut dibahas berbagai bentuk kerja sama antara pelaku industri pariwisata dengan pemerintah guna mempercepat pemulihan dan pengembangan pariwisata di Provinsi Riau. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *