Daerah

Tari Zapin Massal Antar Perempuan Riau Raih Rekor MURI

12
×

Tari Zapin Massal Antar Perempuan Riau Raih Rekor MURI

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Plt Gubernur Riau, SF Haryanto, saat berfoto Bersama penari Zapin di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu (11/1/2026) pagi. Ir/Harianupdate

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Ribuan perempuan dari berbagai daerah di Provinsi Riau berhasil mencatatkan sejarah melalui pemecahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Tari Zapin Berkebaya Labuh Kekek yang digagas Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau.

Sebanyak 6.085 penari perempuan terlibat dalam pertunjukan Tari Zapin massal yang digelar di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu (11/1/2026) pagi. Jumlah tersebut melampaui target awal panitia yang menargetkan 4.000 peserta.

Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, mengatakan keberhasilan pemecahan rekor ini merupakan bukti nyata peran strategis perempuan dalam menjaga dan melestarikan budaya Melayu di Riau.

“Ini bukan sekadar pemecahan rekor, tetapi ikhtiar budaya. Perempuan Riau hadir di garda terdepan dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan warisan Melayu agar tetap relevan sepanjang zaman,” ujar Adrias.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi peserta mencerminkan kesadaran kolektif perempuan Riau terhadap pentingnya pelestarian budaya di tengah derasnya pengaruh modernisasi.

“Para peserta berasal dari berbagai organisasi dan latar belakang. Namun mereka disatukan oleh satu semangat, yakni menjaga jati diri budaya Melayu,” katanya.

Menurut Adrias, Tari Zapin memiliki nilai filosofis yang kuat karena mengandung pesan kebersamaan, kedisiplinan, kesantunan, serta nilai religius yang menjadi karakter masyarakat Melayu.

“Zapin bukan hanya soal gerakan tari. Di dalamnya ada tunjuk ajar, adab, dan nilai kehidupan yang perlu diwariskan kepada generasi muda,” jelasnya.

Selain tarian, busana Kebaya Labuh Kekek yang dikenakan para penari juga dinilai sarat makna. Busana adat tersebut melambangkan kehormatan, keanggunan, dan komitmen perempuan Melayu dalam menjaga nilai adat dan agama.

“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa perempuan Melayu bisa tampil percaya diri tanpa harus meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu,” tegas Adrias.

BKOW Riau juga mengapresiasi dedikasi para peserta yang telah mengikuti latihan secara rutin selama hampir dua bulan. Ia menilai proses latihan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya memerlukan kesungguhan dan kerja bersama.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada BKOW Riau dan seluruh perempuan yang terlibat dalam pemecahan rekor tersebut.

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti bahwa Riau mampu maju tanpa meninggalkan akar budayanya. Modernisasi tidak boleh menghapus nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar SF Hariyanto.

Ia menilai Tari Zapin bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan representasi nilai peradaban Melayu yang mengajarkan disiplin, kekompakan, dan adab dalam kehidupan bermasyarakat.

“Setiap gerakan yang dilakukan secara serempak mencerminkan kebersamaan. Inilah filosofi yang perlu terus kita jaga dalam membangun daerah,” katanya.

SF Hariyanto juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen mendukung pelestarian budaya Melayu agar tidak hanya tampil dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Budaya Melayu harus terus hidup dan berkembang. Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pelestarian budaya secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui pemecahan Rekor MURI Tari Zapin Berkebaya Labuh Kekek ini, BKOW Riau berharap perempuan Riau terus menjadi motor penggerak dalam menjaga identitas budaya Melayu serta menanamkan kebanggaan budaya kepada generasi penerus. (Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *