HarianUpdate.com | Bengkalis – Antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena dinilai menghambat aktivitas sehari-hari, khususnya bagi mereka yang bergantung pada BBM untuk bekerja.
Pantauan pada Selasa (7/4/2026) pagi, warga di Desa Pambang, Kecamatan Bengkalis, terlihat berjejer di pinggir jalan menunggu giliran mengisi BBM subsidi.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM dalam beberapa waktu terakhir. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami harus antre lama hanya untuk mendapatkan BBM. Ini sangat mengganggu aktivitas kerja sehari-hari,” ujar salah seorang warga.
Kelangkaan BBM subsidi ini juga disebut berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku usaha kecil mengaku kesulitan menjalankan kegiatan usahanya karena keterbatasan bahan bakar.
“Kalau BBM sulit, usaha kami juga ikut tersendat. Ini sangat berpengaruh terhadap penghasilan,” kata warga lainnya.
Di sisi lain, informasi yang beredar menyebutkan distribusi BBM ke wilayah Bengkalis tetap berjalan setiap hari dengan jumlah tertentu. Namun, masyarakat menilai kondisi di lapangan belum menunjukkan ketersediaan yang stabil.
Menanggapi hal tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersikap tegas dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.
“Kami berharap pemerintah bisa memastikan distribusi BBM ini benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” ujar warga.
Sementara itu, DPRD Bengkalis sebelumnya telah menggelar rapat lintas komisi pada Senin (6/4/2026) untuk membahas persoalan ini. Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota dewan menyampaikan kritik dan mendesak adanya langkah nyata dari pihak terkait.
Rapat tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa persoalan distribusi BBM subsidi perlu segera ditangani secara serius, seiring meningkatnya keluhan masyarakat.
Warga berharap ke depan tidak lagi terjadi antrean panjang BBM yang dinilai melelahkan dan mengganggu aktivitas, sehingga roda perekonomian di Bengkalis dapat kembali berjalan normal. (ZA)





