HarianUpdate.com | Dumai – Polres Dumai menurunkan Tim Raga guna menekan praktik premanisme, pungutan liar (pungli), serta aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di wilayah Kota Dumai, Provinsi Riau.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, M Hasyim Risahondua, menyampaikan bahwa operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari fungsi Samapta dan Reserse Kriminal. Kolaborasi ini ditujukan untuk memaksimalkan upaya pencegahan sekaligus penegakan hukum di lapangan.
Dalam pelaksanaan patroli, petugas mengamankan dua pria berinisial A (48) dan MN (41) yang diduga terlibat dalam praktik pungli. Dari hasil pemeriksaan, polisi menyita uang tunai sebesar Rp41 ribu yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.
“Untuk Samapta dipimpin Ipda Jodhy Pratama dengan 17 personel, sementara dari Reskrim dipimpin Ipda Carlos L. Pasaribu bersama enam anggota,” ujar Hasyim, kepada media Harianupdate, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, Tim Raga menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, terutama pada malam hari. Lokasi patroli meliputi Simpang Purnama di Jalan Wan Amir, kawasan Jembatan Pelindo di Jalan Bahtera, hingga Simpang Nelayan Resto di Jalan Ring Road.
“Area-area tersebut kerap dijadikan tempat berkumpulnya pemuda dan berpotensi terjadi aksi premanisme maupun kejahatan jalanan,” jelasnya.
Selain patroli, personel juga mengedepankan pendekatan preemtif dengan melakukan dialog langsung bersama warga. Petugas memberikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada kepolisian.
Langkah preventif turut diperkuat melalui komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan dan kelompok warga setempat. Polisi mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menjaga ketertiban lingkungan.
“Upaya ini dilakukan agar tidak ada celah bagi kelompok motor maupun oknum tertentu mengganggu kenyamanan masyarakat Dumai,” tegas Hasyim.
Dalam rangka penegakan hukum, Tim Raga juga melakukan pemeriksaan badan dan barang terhadap individu yang dinilai mencurigakan. Penggeledahan dilakukan untuk mengantisipasi kepemilikan senjata tajam, narkotika, maupun barang berbahaya lainnya.
Sebagai bentuk pembinaan, kedua terduga diberikan tindakan fisik secara terukur serta diminta membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh pihak keluarga.
“Secara umum, kegiatan berjalan aman dan lancar. Kehadiran polisi di lapangan terbukti mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari,” pungkasnya. (Ir)











