Nasional

Kapolri Pimpin Apel Besar di Palembang, Ojol dan Buruh Diajak Jaga Stabilitas Keamanan

6
×

Kapolri Pimpin Apel Besar di Palembang, Ojol dan Buruh Diajak Jaga Stabilitas Keamanan

Sebarkan artikel ini
Kapolri Pimpin Apel Besar di Palembang, Ojol dan Buruh Diajak Jaga Stabilitas Keamanan
Teks foto: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri apel besar “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” di Lapangan Merdeka Palembang, Minggu (8/3/2026). JA/HUC

HarianUpdate.com | Palembang – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak komunitas pengemudi ojek online (ojol) dan buruh untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumatera Selatan.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin apel besar bertajuk “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” di Lapangan Merdeka Palembang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, serta komunitas pekerja dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho bersama jajaran pejabat utama Polda Sumsel. Turut hadir Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyematan rompi keamanan kepada perwakilan pengemudi ojol dan buruh, yang dilanjutkan dengan deklarasi bersama “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae”.

“Kami mengajak seluruh komunitas ojol dan buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di Bumi Sriwijaya. Sinergi ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan Sumatera Selatan yang aman dan kondusif,” ujar Kapolri dalam amanatnya.

Selain membahas keamanan, Kapolri juga menyinggung dinamika global yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi nasional, termasuk potensi kenaikan harga energi akibat konflik di sejumlah wilayah dunia.

Menurutnya, dalam situasi tersebut, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga persatuan serta stabilitas sosial agar kondisi tetap kondusif.

Untuk meningkatkan perlindungan terhadap pengemudi transportasi berbasis aplikasi, Polri juga mendorong pemanfaatan layanan darurat 110 serta tengah mengembangkan fitur panic button khusus bagi pengemudi ojol.

Dalam kesempatan itu, Polri juga memberikan sejumlah dukungan kepada komunitas pekerja, di antaranya layanan kesehatan di RS Bhayangkara, pembentukan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres, serta penguatan perlindungan pekerja termasuk jaminan kecelakaan kerja.

Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri, Kapolri memastikan kesiapan Operasi Ketupat, dengan menyiapkan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di berbagai jalur mudik.

Kapolri juga mendorong perusahaan aplikator transportasi online untuk menyediakan program mudik gratis bagi para pengemudi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pengemudi dari berbagai platform transportasi online seperti Maxim, Grab, Gocar, Shopee, dan Gojek, serta sejumlah organisasi buruh di Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

“Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Usai kegiatan, para peserta juga menerima bantuan bahan pokok berupa beras, gula, minyak goreng, dan mi instan. (JA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *