HarianUpdate.com | Rohul – Sejumlah rumah kos dan kamar kontrakan di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, khususnya di sekitar Jalan Lingkar hingga kawasan dekat pabrik, dikeluhkan warga karena diduga menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung. Kondisi ini disebut mulai meresahkan masyarakat setempat.
Pantauan wartawan HarianUpdate pada Sabtu (12/07/2025), tampak aktivitas mencurigakan di beberapa titik yang diduga disewakan secara harian atau per pemakaian oleh pasangan bukan suami istri. Informasi ini disampaikan oleh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
“Kos-kosan ini disewakan sekitar Rp50 ribu sekali pakai untuk pasangan yang bukan suami istri. Hal ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Kami khawatir dampaknya pada lingkungan dan generasi muda,” ujarnya.
Warga berharap pihak berwenang, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rokan Hulu, melakukan pengawasan dan penertiban terhadap tempat-tempat yang dicurigai menyalahgunakan izin tempat tinggal tersebut.
Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Rokan Hulu, Yudi Ipranoto, juga angkat bicara terkait fenomena ini. Ia menilai perlu adanya kolaborasi antara masyarakat, RT/RW, dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan.
“Jika memang terbukti ada pelanggaran, jangan dibiarkan. Satpol PP harus turun tangan, tapi RT/RW juga perlu proaktif. Jika ada praktik yang melanggar norma, segera laporkan ke pihak berwenang,” tegasnya.
Yudi juga mengingatkan pentingnya peran pemilik tempat kos untuk ikut bertanggung jawab mengawasi penghuni dan memastikan tidak terjadi penyalahgunaan fungsi tempat tinggal. Ia mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2009 tentang Pencegahan Penyakit Masyarakat, khususnya Pasal 4 Ayat 2 dan 3, yang melarang menyediakan tempat untuk perbuatan cabul dan prostitusi.
Terpisah, saat dikonfirmasi oleh wartawan HarianUpdate melalui aplikasi WhatsApp, pihak Satpol PP Rokan Hulu belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Salah seorang warga lainnya juga menambahkan, beberapa rumah kos yang diduga disalahgunakan tersebar di beberapa titik, seperti di sekitar pabrik, belakang peron berondolan, dan dekat simpang tiga arah Desa Satu. “Penghuninya kebanyakan perempuan dari luar daerah,” ujarnya.
Warga berharap perhatian serius dari pemerintah daerah agar potensi gangguan sosial ini tidak berkembang lebih jauh dan mencoreng citra Kecamatan Ujung Batu. (Munthe)