HarianUpdate.com | Pekanbaru – Sektor pendidikan kembali menjadi prioritas utama dalam kebijakan anggaran Kota Pekanbaru. Hal itu mengemuka dalam rapat kerja antara Komisi III DPRD Pekanbaru bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru yang membahas rencana program tahun 2026, Selasa (20/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa pagu anggaran Disdik mengalami peningkatan signifikan menjelang pengesahan APBD 2026. Jika pada pembahasan awal KUA–PPAS dialokasikan sekitar Rp761 miliar, maka saat penetapan APBD angkanya naik menjadi kurang lebih Rp804 miliar.
Kenaikan hampir Rp40 miliar itu menempatkan Disdik sebagai perangkat daerah dengan alokasi dana terbesar di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah memperkuat layanan pendidikan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Disdik Pekanbaru, Syafrian Tommy, menjelaskan bahwa tambahan anggaran lebih banyak diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan belanja pegawai, terutama gaji guru dan tenaga kependidikan.
“Penyesuaian ini berkaitan langsung dengan hak para pendidik. Pemerintah ingin memastikan kesejahteraan guru tetap terjamin sehingga proses belajar mengajar berjalan optimal,” ujarnya usai rapat.
Di luar belanja pegawai, Disdik juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur sekolah. Untuk 2026, dialokasikan dana Rp2,1 miliar guna pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) tingkat SMP Negeri, khususnya di SMPN 46 Tuah Madani sebanyak empat lokal.
Penambahan ruang kelas difokuskan pada kawasan dengan lonjakan jumlah peserta didik atau wilayah yang selama ini masuk kategori “zona merah” penerimaan siswa baru.
Selain itu, pemerintah kota merencanakan pembangunan satu unit Taman Kanak-kanak Negeri di Kecamatan Bukit Raya dengan nilai Rp5,4 miliar. Sementara pembangunan sekolah baru tingkat SMP belum masuk agenda tahun ini.
“Kami memusatkan perhatian pada peningkatan daya tampung di Tuah Madani. Pembangunan TK Negeri juga sejalan dengan program Asta Cita wajib belajar 13 tahun,” terang Syafrian.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, memberi catatan agar kebijakan penambahan ruang kelas tidak hanya terfokus di satu wilayah. Menurutnya, Kecamatan Rumbai dan Tenayan Raya juga menghadapi persoalan serupa.
“Dua kecamatan itu sama-sama membutuhkan intervensi. Jangan sampai terjadi ketimpangan akses pendidikan antarwilayah,” katanya.
Ia mendorong pemerintah kota menyusun peta kebutuhan sekolah secara lebih merata pada APBD 2027. Jika persoalan lahan menjadi kendala, opsi revitalisasi gedung lama menjadi bangunan bertingkat dinilai dapat menjadi solusi.
“Di Rumbai misalnya, bisa dilakukan pembangunan ulang dua lantai agar kapasitas meningkat tanpa harus mencari lahan baru,” tambah Tekad.
Selain pembangunan RKB, Disdik juga menyiapkan Rp4,8 miliar untuk rehabilitasi 24 ruang kelas SMP Negeri, Rp574 juta untuk pembangunan toilet baru, serta Rp1 miliar untuk perbaikan enam unit toilet sekolah.
Rangkaian program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang lebih layak dan merata di Kota Pekanbaru. (RB)











