HarianUpdate.com | Bengkalis – Madrasah Tsanawiyah (MTs) YPPI Bengkalis menggelar bazar pakaian layak pakai yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat pada hari pertama pelaksanaannya. Sejak dibuka pada pagi hari, warga terlihat memadati lokasi kegiatan yang berada di depan sekolah, Jalan Ahmad Yani, Bengkalis.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 10.30 WIB. Pengunjung datang silih berganti untuk memilih pakaian yang ditawarkan dengan harga terjangkau.
Bazar tersebut merupakan inisiatif sosial keluarga besar sekolah. Pakaian yang dijual berasal dari sumbangan majelis guru, siswa, wali murid, serta partisipasi masyarakat sekitar.
Ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu warga memperoleh pakaian dengan harga murah, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial.
“Melalui bazar ini, kami ingin membantu masyarakat mendapatkan pakaian layak pakai dengan harga terjangkau sekaligus menggalang dana untuk kegiatan sosial,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Beragam jenis pakaian tersedia, mulai dari busana anak-anak, baju kurung Melayu, pakaian dewasa pria dan wanita, hingga jilbab dan perlengkapan lainnya yang masih dalam kondisi baik.
Seluruh item dijual dengan harga seragam Rp5.000 per potong. Harga tersebut dinilai menjadi salah satu faktor tingginya minat masyarakat untuk berbelanja.
Sejumlah pembeli mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Selain mendapatkan pakaian dengan harga murah, mereka juga merasa ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial.
Suasana bazar berlangsung tertib dan penuh keakraban. Para siswa turut dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan, seperti menata pakaian dan melayani pembeli.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa dana yang terkumpul dari hasil penjualan akan disalurkan kepada anak-anak yatim di lingkungan MTs YPPI Bengkalis. Selain itu, sebagian hasilnya juga akan digunakan untuk pembagian takjil gratis kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di kalangan siswa maupun masyarakat sekitar. (ZA)











