Pendidikan

Ciptakan Sekolah Aman, Bunda PAUD Inhil Dorong Pembentukan Karakter Sejak Dini

8
×

Ciptakan Sekolah Aman, Bunda PAUD Inhil Dorong Pembentukan Karakter Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Ciptakan Sekolah Aman, Bunda PAUD Inhil Dorong Pembentukan Karakter Sejak Dini
Teks foto: Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti Herman, saat memberikan sosialisasi anti kekerasan dan perundungan kepada siswa SDN 004 Tembilahan, Senin (9/2/2026). Jhon/HUC

HarianUpdate.com | Inhil – Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti Herman, mengajak para siswa untuk membiasakan diri saling menghormati serta menumbuhkan rasa empati sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.

Ajakan tersebut disampaikannya ketika menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Anti Kekerasan dan Perundungan yang digelar di SD Negeri 004 Tembilahan, Senin (9/2/2026) pagi.

Kehadiran Bunda PAUD Inhil bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan P3A Inhil, Muammar Ghaddafi, Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Inhil, Marisa Mona, serta sejumlah pihak terkait lainnya, disambut hangat oleh pihak sekolah dan para siswa.

Kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan siswi berprestasi, Azima Putri Anandita, peraih 1st Runner Up Mini Miss Grand Model Indonesia 2025. Dalam kesempatan itu, Azima menampilkan kemampuan modeling sekaligus menerima apresiasi dari Bunda PAUD Inhil dan Kepala Sekolah.

Katerina Susanti menuturkan bahwa banyaknya potensi dan bakat yang dimiliki anak-anak daerah harus didukung oleh suasana sekolah yang kondusif agar mereka dapat berkembang secara maksimal.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang membuat anak merasa aman, dihargai, dan didukung. Dari situ akan lahir anak-anak yang percaya diri dan berprestasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini, sehingga anak tidak hanya terhindar dari menjadi korban, tetapi juga tidak tumbuh menjadi pelaku perundungan.

“Biasakan berbuat baik, jangan mengejek teman, jangan mengganggu, dan jangan menyakiti. Jika kita menanamkan kebaikan sejak sekarang, maka hasil baik pula yang akan kita tuai di masa depan,” pesannya kepada para siswa.

Sementara itu, Marisa Mona menambahkan bahwa keberhasilan pembentukan karakter anak memerlukan sinergi antara sekolah dan keluarga. Peran orang tua, menurutnya, sangat menentukan dalam memberikan contoh dan pengawasan.

“Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik, memberikan teladan positif, serta mengawasi penggunaan gawai agar anak mampu menerapkan sikap empati dan saling menghargai, baik di rumah maupun di sekolah,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif, yang bertujuan memperkuat pemahaman siswa sekaligus melatih keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *