Pendidikan

Dari Ragu Jadi Trailblazer, Mahasiswa UPER Gaungkan Pemanfaatan AI yang Etis

2
×

Dari Ragu Jadi Trailblazer, Mahasiswa UPER Gaungkan Pemanfaatan AI yang Etis

Sebarkan artikel ini
Dari Ragu Jadi Trailblazer, Mahasiswa UPER Gaungkan Pemanfaatan AI yang Etis
Teks foto: Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Pertamina, Iman Dwi Satrio, foto bersama usai memaparkan pemanfaatan AI sebagai learning partner. VN/HUC

HarianUpdate.com | Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan perguruan tinggi menunjukkan tren peningkatan signifikan. Survei yang dirilis YouGov pada 2025 mencatat 71 persen mahasiswa mengaku telah menggunakan AI untuk membantu tugas atau aktivitas belajar. Angka tersebut meningkat dibandingkan survei tahun sebelumnya yang berada di level 64 persen.

Meski demikian, tingginya tingkat adopsi AI juga diiringi kekhawatiran. Dalam survei yang sama, 53 persen responden menyatakan takut dituduh melakukan kecurangan akademik, sementara 51 persen lainnya mengkhawatirkan potensi kesalahan informasi atau fenomena hallucination dari sistem AI generatif.

Temuan itu menunjukkan bahwa tantangan pemanfaatan AI di kampus tidak lagi terletak pada akses, melainkan pada aspek literasi digital, kemampuan verifikasi, serta integritas akademik.

Di tengah dinamika tersebut, Iman Dwi Satrio, mahasiswa Ilmu Komputer angkatan 2024 di Universitas Pertamina, memilih pendekatan berbeda. Ia memposisikan AI bukan sebagai alat instan untuk menyelesaikan tugas, melainkan sebagai learning partner.

“Sebagai lulusan SMK, saya sempat merasa tertinggal di awal perkuliahan. Saya memanfaatkan AI untuk membantu memahami konsep yang sulit, seperti merangkum materi, mencari alternatif penjelasan, atau mensimulasikan kode. Tapi bukan untuk menyalin jawaban. Semua hasil tetap saya verifikasi agar tidak terjebak informasi keliru atau hallucination,” ujar Iman, Jumat (27/2/2026).

Dalam praktiknya, Iman menggunakan berbagai ekosistem AI untuk memetakan konsep, menganalisis topik kompleks, hingga memperdalam pemahaman materi kuliah. Namun, ia menegaskan setiap keluaran sistem generatif harus diuji kembali melalui referensi akademik yang kredibel.

“AI harus menjadi penguat pemahaman, bukan sumber ketergantungan. Logika berpikir tetap harus dibangun oleh kita sendiri,” tegasnya.

Komitmen terhadap pemanfaatan AI yang etis dan berdampak tersebut mengantarkan Iman meraih posisi Top 5 Google Student Ambassador Tier Trailblazer, kategori tertinggi dalam program Google Student Ambassador. Dari sekitar 12.000 pendaftar dan 800 mahasiswa terpilih sebagai ambassador, hanya lima orang yang mencapai level tersebut.

“Penilaiannya bukan hanya pada jumlah kegiatan, tetapi kualitas dan kedalaman materi yang disampaikan, serta dampaknya dalam mengubah cara mahasiswa belajar,” jelas Iman.

Ia memfokuskan materinya pada pengenalan ekosistem pembelajaran berbasis AI dari Google yang mendorong mahasiswa belajar secara mandiri, kritis, dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui demonstrasi fitur AI yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa UPER serta pendampingan berbasis konten digital melalui media sosial.

Sebagai GSA Tier Trailblazer, Iman memperoleh kesempatan berdiskusi dengan jajaran pimpinan Google Indonesia dan Dicoding, serta mengikuti lokakarya kepemimpinan dan sertifikasi Google Cloud Generative AI Leader.

Ke depan, ia berencana membangun komunitas #TeamGoogle UPER sebagai wadah pengembangan talenta digital sekaligus memperkuat budaya peer-to-peer mentoring di lingkungan kampus.

Rektor Universitas Pertamina, Wawan Gunawan A Kadir, menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, prestasi mahasiswa sejalan dengan visi kampus dalam menyiapkan talenta unggul di era transformasi digital.

“Universitas Pertamina tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan pemimpin masa depan yang berintegritas, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Salah satunya melalui peminatan Artificial Intelligence pada Program Studi Ilmu Komputer yang menekankan pemanfaatan teknologi secara bijak dan berdampak nyata,” ujarnya. (VN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *