Pendidikan

Dorong Budaya Baca Tulis, Rintik Sedu Temui Pembaca di Pekanbaru

7
×

Dorong Budaya Baca Tulis, Rintik Sedu Temui Pembaca di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Dorong Budaya Baca Tulis, Rintik Sedu Temui Pembaca di Pekanbaru
Teks foto: Penulis nasional Rintik Sedu berdialog dengan pelajar dan pembaca di Gramedia Jalan Sudirman Pekanbaru dalam kegiatan literasi dan berbagi proses kreatif, Sabtu (14/2/2026). RB/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru — Upaya menumbuhkan minat baca dan budaya menulis di kalangan generasi muda terus digaungkan melalui berbagai kegiatan literasi. Salah satunya terlihat dalam kunjungan penulis nasional Rintik Sedu ke Kota Pekanbaru, Sabtu (14/2/2026), yang disambut hangat oleh ratusan pembaca dan pencinta buku.

Kehadiran penulis bernama asli Nadhifa Allya Tsana ini merupakan bagian dari rangkaian tur edukatif untuk memperkenalkan buku terbarunya sekaligus berbagi pengalaman tentang dunia kepenulisan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pelajar dan mahasiswa untuk belajar langsung mengenai proses kreatif seorang penulis.

Bertempat di toko buku Gramedia Jalan Sudirman Pekanbaru, acara berlangsung dalam suasana interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi seputar menulis, membaca, serta membangun kepercayaan diri dalam berkarya.

Dalam sesi berbagi, Rintik Sedu menyampaikan bahwa menulis merupakan sarana mengekspresikan perasaan sekaligus media pembelajaran yang dapat membentuk karakter. Ia mendorong generasi muda untuk tidak takut menuangkan ide, meski harus memulai dari tulisan sederhana.

“Menulis itu proses. Tidak harus langsung sempurna, yang penting berani memulai dan terus belajar,” ungkapnya di hadapan peserta.

Ia juga menjelaskan bahwa buku ke-11 yang ia tulis lahir dari refleksi atas berbagai fase kehidupan, seperti kegagalan, kelelahan mental, hingga harapan. Proses penulisannya memakan waktu cukup panjang dan penuh perenungan, sehingga menjadi pembelajaran tersendiri tentang konsistensi dan kesabaran.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari teknik merangkai cerita, mencari ide, hingga cara menjaga semangat menulis. Diskusi tersebut menjadi ruang edukasi yang memperkaya wawasan peserta mengenai dunia literasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan minat baca dan tulis di kalangan pelajar Pekanbaru semakin meningkat, serta lahir penulis-penulis muda yang mampu menghasilkan karya berkualitas di masa depan. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *